Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman Diperiksa KPK, Terkait Kasus Apa?

  • 17 November 2021 13:35 WITA
Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Nama mantan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Dalam agenda pemeriksaan KPK, Amran dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT Tiran Indonesia.

PT Tiran Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel. PT Tiran Indonesia juga anak perusahaan dari Tiran Group. KPK diduga sedang menelisik kaitan PT Tiran Indonesia dengan kasus dugaan korupsi penerbitan izin tambang di Konawe Utara.

Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding menginformasikan bahwa Amran Sulaiman akan dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pemberian Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi dan Eksploitasi serta Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi di Konawe Utara.

Selain Amran Sulaiman, penyidik juga memanggil dua saksi lainnya yakni, Direktur Pt Tambang Wisnu Mandiri, Bisman, dan Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Ady Aksar Armansyah. Pemeriksaan rencananya dilakukan di Mapolda Sulawesi Tenggara.

"Pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut dilakukan di Polda Sulawesi Tenggara," kata Ipi melalui pesan singkatnya, Rabu (17/11/2021).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman (ASW) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin tambang di wilayahnya. Aswad diduga telah merugikan negara hingga Rp2,7 triliun atas perbuatannya.

Dalam kerugian negara yang sebanding dengan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tersebut, Aswad diduga telah menguntungkan delapan perusahaan tambang lewat pemberian kuasa perizinan pertambangan.

Di mana, Aswad telah memuluskan SK (Surat Keputusan) kuasa pertambangan eksplorasi kepada delapan perusahaan itu. Dari proses tersebut, Aswad pun mendapatkan imbalan uang dugaan suap sebesar Rp13 miliar. (ads)



TAGS :

Komentar