KPK Tetapkan Bupati Hulu Sungai Utara Tersangka, Diduga Terima Fee Proyek Rp18,9 Miliar

  • 18 November 2021 22:05 WITA

Males Baca?

Wahid diduga juga menerima fee proyek dari pihak-pihak yang diduga pengusaha penggarap proyek di Hulu Sungai Utara sejak 2019. Wahid diduga menerima sekira Rp4,6 miliar pada 2019. Kemudian, pada 2020 menerima fee proyek senilai Rp12 miliar. Terakhir, ia disebut menerima Rp1,8 miliar pada 2021. 

Fee tersebut diterima Abdul Wahid melalui perantaraan piha-pihak di Dinas PUPR Hulu Sungai Utara. Sehingga, total fee yang diduga diterima Abdul Wahid terkait pengadaan barang dan jasa sejak 2019 yakni sejumlah Rp18,9 miliar. 
 

"Selama proses penyidikan berlangsung, tim penyidik telah mengamankan sejumlah uang dalam bentuk tunai dengan pecahan mata uang rupiah dan juga mata uang asing yang hingga saat ini masih terus dilakukan penghitungan jumlahnya," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Abdul Wahid disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 KUHP Jo. Pasal 65 KUHP. (ads)


Halaman :

TAGS :

Komentar