KPK Tetapkan Direktur PTPN XI Tersangka Korupsi Mesin Giling Tebu, Langsung Dibui

  • 26 November 2021 05:47 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Produksi PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX), Budi Adi Prabowo (BAP) sebagai tersangka. Budi ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI. 

Budi Adi Prabowo ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri (PT WDM), Arif Hendrawan (AH). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mengantongi bukti permulaan yang cukup. Bukti-bukti itu dikumpulkan dari berbagai informasi dan data serta keterangan sejumlah pihak.

Baca juga:
KPK Sita Bangunan Milik Bupati Abdul Wahid dan Mobil Ketua DPRD HSU

"Selanjutnya KPK melakukan tindakan lanjutan berupa penyelidikan dan kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat menggelar konpers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Perkara ini bermula ketika Budi Adi Prabowo menggelar sejumlah pertemuan dengan Arif Hendrawan. Keduanya kenal sudah sejak lama. Dari sejumlah pertemuan yang digelar pada 2015 itu, Adi menyepakati Arif sebagai pelaksana pemasangan mesin giling di Pabrik Gula Djatiroto.

"Walaupun proses lelang belum dimulai sama sekali," ungkap Alex.

Sebelum proses lelang dimulai, Budi Adi Prabowo dengan beberapa staf PTPN XI serta Arif Hendrawan studi banding ke salah satu pabrik gula di Thailand. Kunjungan itu dibiayai oleh Arif. Tak hanya itu, Arif juga memberikan sejumlah uang kepada rombongan, termasuk Budi Adi Prabowo.

Setelah studi banding ke Thailand tersebut, Budi Adi Prabowo memerintahkan salah satu staf PTPN XI untuk menyiapkan dan memproses pelaksanaan pelelangan dengan nantinya dimenangkan oleh PT Wahyu Daya Mandiri.


Halaman :

TAGS :

Komentar