Sidak ke Lapangan, Satpol PP Bintuni Temukan Banyak Pengusaha Tak Bayar Pajak

  • 26 November 2021 09:19 WITA
Petugas Satpol PP saat melakukan pendataan kepada pengusaha warung makan di Bintuni , Kamis malam (25/11/2021)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Teluk Bintuni bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan pendataan terhadap pedagang dan kaki lima.

Kegiatan yang berlangsung, Kamis (25/11/2021) malam ini juga menggandeng Badan pendapatan daerah (Bapenda) dan Dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (Perindagkop) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni.

Kabid Trantib Satpol PP Teluk Bintuni  Djayanti Dian, mengatakan, pendataan dilaksanakan dikarenakan banyak para pedagang tidak berinisiatif untuk membayar pajak.

"Sementara ini kita turun ke lapangan untuk melakukan pendataan guna mengetahui mana yang baru atau sudah lama tidak membayar pajak dan retribusi pajak," jelasnya.

Dian menjelaskan, dari pendataan akhirnya diketahui banyak pedagang tidak membayar pajak bahkan ada yang tidak membayar selama tiga tahun, termasuk pengusaha penginapan.

Dikatakan, tidak ada larangan untuk memiliki usaha namun ia mengingatkan supaya membayar pajak.

Ditambahkan, secara khusus untuk pedangang kaki lima akan dikenakan retribusi secara flat atau tetap.

"Pembayaran retribusi secara flat untuk penjual gorengan karena pedagang gorengan ini usahanya mikro, setiap bulan itu ada batas maksimalnya berapa. Yang mampu mereka bayar ke Bapenda. kira-kira untuk pedangang kaki lima retribusinya dikenakan Rp100 ribu sampai 150 ribu," jelas Dian.

Pengecekan ke beberapa tempat usaha dilakukan selama empat hari. Namun jika telah diberikan peringatan tapi tidak diindahkan, maka kedepannya akan dilakukan penindakan.

Sementara Plt. Sekertarin Bapenda kabupaten Teluk Bintuni Zhet Kehek mengatakatan, jika ada pengusaha seperti penginapan yang menunggak pajak, tempat usahanya nantinya akan dipasang plang.

"Kita pasang plang, setelah membayar baru plang itu akan dicabut. Kita selama ini sudah melakukan imbauan, karena dia tidak bayar akhirnya kita pasang plang. Kalau masih bandel kita akan cabut surat izinnya," pungkasnya. (hs)



TAGS :

Komentar