Diduga Ilegal, Aparat Hukum Diminta Tinjau Perusahaan Pemecah Batu di Desa Parmompang

  • 27 November 2021 07:36 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MADINA - Perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pengolahan pemecah batu kali yang ada di tepi sungai aek pohon tepatnya di kawasan Desa Parmompang, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, diduga tidak memiliki izin alias ilegal.

"Setelah kita telusuri, benar perusahaan pemecah batu kali atau AMP itu tidak memiliki izin. Jadi kami dari sosial control meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas siapa itu pelakunya," kata Dedi Saputra Hsb, Ketua LSM Trisakti Madina kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Menurut Dedi, perihal ilegal seperti itu sudah fatal karena merusak pendapatan asli daerah dan juga mencemari aliran sungai yang tidak memiliki kepentingan positif bagi daerah itu.

"Seperti pada pantauan kami, AMP itu sudah berproduksi namun ketika kami ke sana pemiliknya tidak ada di lokasi. Ini akan menyita perhatian publik dan jika ini sudah jelas melanggar pertaruran kenapa aparat membiarkan ini, tolong penegak hukum segera memanggil dan memeriksa siapa dibalik perusahaan itu," ucap pria yang juga Sekretaris Banteng Muda Indonesia itu.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mandailing Natal, Khairul menjelaskan bahwa perusahaan yang dimaksud belum ada menyerahkan berkas atau melengkapi berkas.

"Sepengetahuan saya, perusahaan AMP yang ada di kawasan Desa Parmompang Panyabungam Timur sampai saat ini tidak ada pelengkapan berkas ke-Dinas (DLH) ini, namun seperti yang dikatakan rekan LSM mereka sudah berproduksi, anehlah," ujarnya. (Syah)



TAGS :

Komentar