Jadi Jalur Utama Pengangkut Logistik, Jembatan di Selatan Pulau Bali Bakal Diperkokoh

  • 27 November 2021 22:05 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Jalan dan jembatan sepertinya tidak akan terpisahkan satu sama lain ibarat ungkapan “lengket kaya perangko“ karena dalam infrastruktur, jalan dan jembatan sama-sama mempunyai peran penting baik dari segi ekonomi, sosial, budaya suatu daerah. 

Selain mampu menghubungkan daerah yang terpisah karena halangan semisal sungai, jurang, perlintasan sebidang, jembatan juga mampu mempersingkat waktu tempuh masyarakat dari satu tempat ketempat yang lain tanpa mengharuskan masyarakat sekitar untuk menempuh jarak yang cukup jauh agar sampai ketempat tujuan.

"Mari kita membayangkan sejenak, apa yang terjadi jika jembatan yang sering kita lewati selama bertahun-tahun mengalami kerusakan bahkan ambruk, dampak yang begitu besar pasti akan dirasakan apa lagi jika jembatan tersebut berada dijalur utama untuk logistik," kata Mokhamad Solthon, ST. MT selaku PPK 3.2 Provinsi Bali melalui pesan singkatmya, Sabtu (27/11/2021) di Denpasar.

Menurutnya, mencegah sedari dini daripada terjadi sesuatu, mungkin ini istilah yang tepat digunakan pada paket penggantian jembatan di ruas Simpang Cokroaminoto - Simpang Tohpati lebih tepatnya di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali.

Sebagai informasi pada ruas Simpang Cokroaminoto - Simpang Tohpati ada tiga jembatan rangka baja yang melewati tiga sungai yaitu Tukad Bindu, Tukad Ayung, Tukad Penatih, dengan tiga jembatan rangka baja yang memiliki lebar perkerasan 7 meter (2 lajur) sedangkan lebar perkerasan jalan 14 meter (4 lajur, 2 jalur). 

"Hal ini menyebabkan adanya penyempitan jalan ketika melewati ketiga jembatan tersebut," jelasnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar