Ketua LSM Trisakti Bantah Tudingan Palsukan Tandatangan Warga

  • 28 November 2021 07:27 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MADINA - Tudingan pemalsuan tandatangan oleh LSM Trisakti dalam pernyataan warga Desa Hutalombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) dibantah.

"Pagi ini saya kumpulkan beberapa tokoh masyarakat, Kepala Desa Huta Lombang Lubis dan pengurus Kelompok Tani Alumpang. Mereka sudah menjelaskan itu tidak benar, yang benar mereka yang keberatan atas bangunan yang tidak bermanfaat itu," kata Dedi Saputra Hsb, Ketua LSM Trisakti Madina kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Sebelumnya, tersiar berita tudingan pemalsuan tandatangan warga Desa Huta Lombang Lubis oleh LSM Trisakti yang ditulis salah satu media online karena LSM Trisakti membuat laporan pengaduan kepada Kejaksaan Madina atas dugaan penyalahgunaan wewenang oleh seorang oknum anggota DPRD karena keberatan warga petani Desa Hutalombang Lubis Panyabungan dalam pembangunan saluran irigasi di kawasan desa tersebut.

Dedi menambahkan, dirinya sudah mengirimkan pesan bantahan kepada wartawan yang membuat berita karena menuding dirinya melakukan pemalsuan tandatangan warga Desa Huta Lombang Lubis. Saat itu ia meminta agar bantahannya diterbitkat di media tersebut.

"Satu kali 24 jam saya tunggu agar bantahan saya diterbitkan oleh media yang mengatakan saya memalsukan tandatangan warga, jika tidak dinaikan, saya akan melaporkan wartawan dan media tersebut kepada penegak hukum karena tidak melakukan konfirmasi terhadap saya sebelum membuat berita. Jelas saya keberatan dong, saya juga tidak segan-segan untuk melaporkan warga yang membuat pernyataan menuding saya memalsukan tandatangan warga," tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Hutalombang Lubis, M Gani Nasution (51) meminta agar masyarakat dilibatkan jikalau nanti tim inspektorat Madina turun ke lapangan menghitung volume bangunan saluran air di Bondar Maino tersebut.

"Kami minta kepada Inspektorat Madina seperti yang dikatakan kepala dinas pertanian untuk memeriksa bangunan itu. Kami minta bersama-sama kelompok tani, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Huta Lombang Lubis untuk menghitung volume bangunan saluran air itu, karena sejak dibangun saluran kami kering dan tidak lagi dialiri air, jadi terpaksa kami membayar orang untuk menimbun parit di hulu agar kembali airnya mengalir," ungkap Gani Nst kepada wartawan.


Halaman :

TAGS :

Komentar