Ketua LSM Trisakti Bantah Tudingan Palsukan Tandatangan Warga

  • 28 November 2021 07:27 WITA

Males Baca?

Terkait tudingan pemalsuan tandatangan pernyataan mereka itu tidak benar, Gani menyatakan bahwa ia dan warga lainnya yang memberikan tandatangan dipernyataan keberatan mereka kepada LSM Trisakti itu adalah benar tandatangan mereka dan tidak ada unsur pemaksaan dan pemalsuan.

"Di urutan kedua dalam pernyataan keberatan kami sebagai warga Desa Huta lombang Lubis yang sudah kami serahkan kepada LSM Trisakti adalah nama saya M Gani Nasution. Tidak ada di situ unsur pemalsuan, hanya saja wartawan yang membuat berita itu kurang update membuat konfirmasi terhadap kami. Jadi, atas hal tudingan itu kami juga sangat keberatan," ujarnya.

Masih di lokasi yang sama, teatnya di kawasan Desa Hutalombang Lubis. Seperti yang ada dalam berita yang berjudul *LSM Trisakti" Palsukan Tanda Tangan Warga Desa Huta Lombang Lunis.* Disebutkan dalam berita tersebut bahwa pembangunan saluran irigasi tersebut melibatkan kelompok tani Alumpang namun para pengurus kelompok tani tersebut juga membantahnya.

"Saya tidak tau itu bangunan, karena saya jelas sebagai Bendahara Kelompok Tani Alumpang Huta Lomang Lubis, berarti saya yang keberatan terkait bangunan yang dikatakan oleh Kepala Desa Huta Lombang Lubis berarti ada pemalsuan tandatangan saya dalam pekerjaan itu," kata H Muhammad Efendi, Sekretaris Kelompok Tani Alumpang Desa Huta Lombang Lubis.

Padahal menurut Efendi, jika ada bantuan kepada kelompok tani seperti jaringan irigasi, sebagai kelompok tani harusnya dirinya terlibat dan dilibatkan dalam pembangunan itu. Namun ia mengaku sama sekali tidak mengetahui proyek tersebut.

"Seharusnya melalui saya dong pencairannya jika pekerjaan itu milik kelompok tani kami, jadi saya keberatan itu ada dugaan pemalsuan tandatangan. Jelas saya selaku warga petani kolam ikan di hilir bondar maino ada tiga hari setelah bangunan itu selesai, kolam saya kering kemudian saya dan warga lainnya bergotong-royong memperbaiki hulu Bondar Maino agar kembali dialiri air," tegas Efendi.

"Bahkan saya terpaksa memberi upah kepada beberapa orang untuk perbaikan hulu bondar maino itu, yang kami fikir titik bangunan itu salah tempat dan tidak sesuai dari yang pertama kami usulkan sewaktu dahulu, jauh sebelum bangunan itu dibuat ada pihak dinas terkait survei lokasi bangunan itu," beber Bendahara Kelompok tani itu.


Halaman :

TAGS :

Komentar