Diduga Korban Penipuan, Warga Mengadu ke Kepala Desa

  • 27 Desember 2021 22:20 WITA
Perbekel Desa Padangsambian Kelod I GD Wijaya Saputra SH (tengah) bersama warganya

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kasus dugaan penipuan dengan objek tanah nampaknya tidak pernah sepi di Bali. Bahkan beberapa hari belakangan ini pemberitaan terkait dugaan adanya mafia tanah di Bali semakin genjar. 

Nah, entah karena korban penipuan atau dugaan keterlibatan permainan mafia tanah, seorang warga bernama I Wayan Matur didampingi putranya Gede Sandiantara mengadukan nasibnya ke Perbekel (kepala desa) Padangsambian Kelod, Senin (27/12/2021). 

Saat ditemui wartawan, Sandiantara mengatakan bahwa, dia bersama ayahnya menemui Perbekel Padangsambian Kelod untuk mengadukan nasib 3 sertifikat hak milik (SHM) tanahnya yang saat ini diduga ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badung.
 

Dia pun lantas menceritakan bagaimana awal mula 3 sertifikat tanah milik orang tuanya itu bisa sampai ke kantor BPN. Dikatakannya, pada tahun 1998 ada pembukaan jalan Marlboro barat atau yang biasa disebut Jalan Teuku Umar Barat, sehingga muncul program LC (land cosulidation) dari pemerintah. 

Karena ada pembukaan jalan ini, kata Sandiantara, orang tuannya lalu menyerahkan 3 buah SHM kepada orang yang mengaku dari BPN Badung berinial DK. Saat itu pihaknya meminta kepada DK agar mendapat tanah LC atau tanah pengganti dipinggir jalan dan telah disepakatinya. 

“Ayah saya menyerahkan 3 buah sertifikat tanah yang berlokasi di Subak Kedampang, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung, ini di rumah oknum pengawal BPN itu yang ada di Jalan Gunung Rinjani,” jelas Sandiantara. Tapi anehnya, hingga tahun 2002, lanjut Sandiantara pihaknya atau orang tuanya belum juga mendapat tanah pengganti yang dimaksud. 

“Kami sempat mendatangi BPN Badung tapi kami tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Hanya saja di kantor BPN kami menemukan 2 SHM kami yang masing-masing luas adalah 41 are dan 37,5 are, sedangkan 1 sertifikat lagi yang luasnya 62 are tidak kami temukan,” ungkapnya. 

Anehnya lagi, di 2 serikat yang ditemukan dan masih atas mama Wayan Matur terdapat tulisan tangan yang bertuliskan “sertifikat ini sudah dimatikan karena LC”.


Halaman :

TAGS :

Komentar