Kembali Dijerat KPK, Pejabat Pajak Wawan Ridwan Tambah Status Tersangka Pencucian Uang

  • 31 Desember 2021 11:56 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bantaeng, Sulawesi Selatan, Wawan Ridwan (WR) dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Status Wawan Ridwan kini bertambah menjadi tersangka pencucian uang.

Wawan Ridwan sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan nilai pajak. Dalam proses penyidikan kasus suap itu, KPK kemudian menemukan kecukupan alat bukti bahwa Wawan telah menyamarkan atau mengalihkan uang hasil suapnya ke sejumlah aset.

"Tim penyidik saat ini telah mengembangkan proses penyidikannya pada dugaan tindak pidana lain yaitu tindak pidana pencucian uang (TPPU)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (31/12/2021).

Baca juga:
Dapat Rapor Merah dari ICW, Begini Respon KPK

"Diduga tersangka WR antara lain melakukan penempatan maupun mengubah bentuk uang korupsi yang diterimanya dalam bentuk beberapa aset," imbuhnya.

KPK sebelumnya mengungkap adanya aliran uang dugaan suap yang digunakan Wawan Ridwan untuk membangun usaha. Wawan diduga membangun usaha dari uang hasil suap terkait pemeriksaan nilai pajak para wajib pajak.

KPK telah menyita sejumlah aset Wawan yang diduga hasil penerimaan suap tersebut. Sejumlah aset milik Wawan Ridwan yang telah disita KPK yakni, tanah dan bangunan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

"Aset-aset yang diduga milik tersangka tersebut, saat ini telah dilakukan penyitaan oleh tim penyidik," pungkasnya.

KPK sebelumnya telah lebih dulu menetapkan Wawan Ridwan (WR) sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan nilai pajak wajib pajak. Wawan ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Fungsional Pemeriksa Pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II, Alfred Simanjuntak (AS) 

Keduanya diduga turut membantu atasannya untuk merekayasa nilai pajak PT Bank Panin, PT Jhonlin Baratama, serta PT Gunung Madu Plantations. Keduanya turut kecipratan uang panas hasil mengemplang pajak dari tiga perusahaan besar tersebut.


Halaman :

TAGS :

Komentar