Seorang Menteri Dilaporkan terkait Dugaan Pengancaman, Polri Diminta Tindaklanjuti

  • 04 Januari 2022 15:15 WITA
Sumber foto: istimewa

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Seorang menteri pada Kabinet Indonesia Maju jilid II dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh seorang wanita bernama Rifa Handayani. Menteri tersebut dilaporkan bersama istrinya karena diduga telah melakukan pengancaman serta intimidasi terhdap Rifa Handayani.

Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) mendesak penyidik Bareskrim Polri untuk menerima laporan Rifa Handayani. Penyidik Polri juga diminta untuk menindaklanjuti dugaan pengancaman dan intimidasi oleh menteri sekaligus ketua umum partai beserta istrinya tersebut.

Kordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi mengatakan, publik sangat berharap keadilan untuk Rifa meski yang dilaporkan adalah seorang pejabat negara dan ketua umum partai politik. Menurut dia, perjuangan Rifa dalam mencari keadilan sepatutnya di respons oleh Polri.

"Hukum harus ditegakkan kepada siapa pun. Walaupun menteri sekalipun, jika dia terbukti melanggar hukum maka harus diproses sesuai dengan Undang-undang yang berlaku," kata Azmi dalam keterangan resminya, Senin (3/1/2022). 

Jika memang ada syarat-syarat yang perlu dilengkapi, lanjut Azmi, seharusnya Bareskrim proaktif untuk meminta kepada pelapor. Sehingga, kasus ini tidak terkesan ngambang hanya karena yang dilaporkan adalah seorang pejabat negara. Azmi meminta Polri lebih profesional dalam menangani sebuah kasus, termasuk perkara yang dilaporkan Rifa. 

"Karena itu kami mendesak Bareskrim untuk bersikap objektif dan profesional dalam mendalami kasus ini. Kalau memang AH dan istrinya berbuat demikian maka bisa diproses secara hukum. Jangan sampai hukum tajam ke bawah dan tumpul keatas," tegas Azmi.

Sekadar informasi, pada Jumat 10 Desember lalu, Rifa Handayani melaporkan menteri berinisial AH dan istrinya YA ke Bareskrim Polri atas tuduhan ancaman dan intimidasi yang dilakukannya di media sosial dengan sangkaan pelanggaran UU ITE.

Tetapi, saat itu berkasnya ditolak oleh pihak kepolisian karena dianggap kurang bukti. Rifa pun kembali ke Bareskrim pada Senin, 13 Desember 2021 dengan membawa semua kelengkapan bukti-bukti yang diminta. Namun, lagi-lagi laporan itu tetap tidak diterima. (ads)



TAGS :

Komentar