Korupsi Hingga Rugikan Negara Rp22,7 Triliun, Dua Dirut Asabri Dihukum 20 Tahun Penjara

  • 05 Januari 2022 09:38 WITA
Empat terdakwa korupsi Asabri jalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Dua mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asabri, Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaja dinyatakan terbukti bersalah karena telah melakukan korupsi secara bersama-sama oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Keduanya diyakini telah merugikan negara Rp22,788 triliun terkait korupsi pengelolaan dana PT Asabri.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama," kata Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (4/1/2022), malam.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun ditambah denda Rp800 juta yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan," imbuhnya.

Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri merupakan Direktur Utama PT Asabri periode 2012-Maret 2016. Sedangkan Letjen (Purn) Sonny Widjaja merupakan Dirut PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020. Keduanya terbukti secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana Asabri.

Diketahui, vonis yang dijatuhi majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung). Di mana sebelumnya, jaksa menuntut agar Adam Damiri dan Sonny Widjaja dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam amar putusan hakim, Adam Damiri juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp17,972 miliar dikurangi dengan aset-aset yang sudah disita. Bila tidak dibayar, harta bendanya akan disita, dan saat hartanya tidak mencukupi, maka akan diganti pidana dengan penjara 5 tahun.

Adapun, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa Adam Damiri yakni, karena bersama-sama terdakwa lain telah mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar. Selain itu, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.


Halaman :

TAGS :

Komentar