KPK Ingatkan Kepala BNPB soal Korupsi Barang dan Jasa terkait Bencana

  • 05 Januari 2022 16:15 WITA
Ketua KPK Firli Bahuri Berdiskusi dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto di Gedung Merah Putih KPK

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto dan jajarannya terkait potensi korupsi di sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada saat bencana terjadi. Sebab, pengadaan barang dan jasa pada saat bencana sangat rawan diselewengkan.

Demikian diingatkan para pimpinan KPK saat menerima audiensi Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan jajarannya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini. Pertemuan tersebut juga sekaligus membahas kerja sama pencegahan korupsi antara lembaga KPK dan BNPB.

Dalam pertemuan itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengingatkan kbali bahwa ada sejumlah persoalan bangsa yang saat ini harus dihadapi bersama-sama. Diantaranya yaitu, bencana alam dan non alam; bahaya narkoba; terorisme; radikalisme, serta bahaya tindak pidana korupsi.

"KPK dan BNPB punya tugas berbeda untuk menanggulangi masalah bangsa itu, namun membutuhkan koordinasi satu sama lain agar bisa memenuhi tugas tersebut dan yang terpenting bisa melaksanakan tujuan negara demi keamanan dan kesejahteraan rakyat,” kata Firli melalui keterangan resminya, Rabu (5/1/2021).

Dalam penanganan bencana, sambung Firli, ada salah satu sektor yang rawan korupsi, yaitu terkait Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). KPK sudah menangani banyak perkara terkait pengadaan barang dan jasa, termasuk yang dilakukan saat bencana.

Atas dasar itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengingatkan kembali kepada jajaran BNPB untuk bisa mengantisipasi segala bentuk tindak pidana korupsi terkait Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), khususnya dalam kondisi bencana. Sebab belum lama ini, KPK sudah menangani kasus suap pengadaan barang dan jasa terkait bencana.

"BNPB sudah pasti bisa menanggulangi bencana karena masyarakat perlu pertolongan cepat dan segera. Namun, yang sangat krusial adalah memastikan proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan prosedur yang benar," tegas Alex, sapaan karib Alexander Marwata.

BNPB dan KPK bersepakat untuk melakukan kerja sama pencegahan korupsi lewat berbagai kegiatan. Di antaranya, peningkatan kesadaran pegawai BNPB melalui pendidikan dan pelatihan Ahli Pembangun Integritas (API). Kemudian, pemahaman dan penguasaan terkait proses Pengadaan Barang dan Jasa dalam kondisi darurat. (ads)



TAGS :

Komentar