Sejumlah Karyawan LNG Tangguh Positif Covid-19

  • 06 Januari 2022 15:20 WITA
Karyawan LNG TANGGUH (foto: istimewa)

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, BINTUNI - Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Wiendo menyatakan terdapat penambahan kasus positif Covid-19 yang dialami karyawan Lng site. Hal ini berdasarkan tes PCR karyawan Lng site yang dilakukan medical plaza.

Berdasarkan data Gugus Tugas Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat per 5 Januari, terdapat12 kasus penambahan kasus PCR berasal dari Lng site, Kampung Tanah Merah, Distrik Sumuri. 

"Saat ini sudah 100 orang kasus aktif dan sudah diisolasi. Itu semua sudah diisolasi di fasilitas isolasi Lng site," jelasnya, Kamis (6/1/2022).

Sementara dari hasil pemeriksaan sampel PCR laboratorium Rumah Sakit Umum Bintuni pada tanggal 9 November 2021, tidak ada kasus penambahan positif Covid.

"Jadi saat ini kasus positif hanya ada di lokasi perusahaan Gas Lng Tangguh. Kalau laporan dari Kampung atau distrik yang ada di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19," jelasnya.

Ditambahkan, satgas juga sudah pernah berkunjung ke Lng site untuk memonitor dan mengevaluasi penanganan Covid-19 dengan dipimpin Wakil Ketua Satgas yakni Kapolres Teluk Bintuni, perwakilan Dandim, asisten II, dinas kesehatan, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi.

Pihaknya kata Dr. Wiendo, sudah memberikan rekomendasi kepada pihak BP melalui pertemuan zoom meeting dengan Dr. Bambang sebagai penanggungjawab covid-19 di Lng site.

Rekomendasi itu pertama, pihak BP harus melakukan contact tracing atau pelacakan kontak sesusai dengan rasio yang ideal yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan yaitu 1 banding 10 minimal atau 1 banding 11.

"Kemudian tracing itu harus dibentuk tim tracing, tim presor harus dihimpun hasil presor ke dalam akun presor akun silacak. Kami sudah punya komitmen untuk melakukan presing sesusai dengan rasio yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan," tuturnya.

Ditambahkan, penanganan Covid-19 dari segi penanganan kesehatan ada 3T yang dikenal dengan Testing, Tracing dan Treatment, atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Tes, Telusur dan Tindak lanjut. 

"Untuk kapasitas testing mereka (Lng site) sudah punya tempat pemeriksaan (laboratorium PCR ), sudah memenuhi standar dapat izin dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan," pungkasnya. (hs)



TAGS :

Komentar