Bupati Kolaka Timur Diduga Menyuap Sejumlah Pihak untuk Dapat Pinjaman Dana PEN

  • 08 Januari 2022 18:05 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur (AMN) diduga telah memberikan uang ke sejumlah pihak untuk mendapatkan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021. Dugaan suap itu kemudian dikonfirmasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Andi Merya Nur. 

Andi Merya Nur dikonfirmasi perihal pemberian uang ke sejumlah pihak terkait pinjaman dana PEN tersebut pada Jumat, 7 Januari 2022. Andi Merya Nur diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Tim penyidik mendalami keterangan saksi tersebut antara lain mengenai dugaan persiapan hingga dilakukannya pemberian sejumlah uang pada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini untuk mendapatkan pinjaman dana PEN," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Sabtu (8/1/2022).

Untuk diketahui, KPK sedang mengusut kasus baru pengembangan dari penyidikan perkara yang menjerat Bupati nonaktif Kolaka Timur, Andi Merya Nur. Kasus baru tersebut yakni terkait dugaan korupsi pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) tahun 2021.

Dalam proses penyidikan tersebut, KPK telah menggeledah sejumlah lokasi di Jakarta, Kendari, dan Muna Sulawesi Tenggara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu lokasi yang digeledah di Jakarta yakni rumah mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), M Ardian Noervianto.

Ardian Noervianto dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK juga telah mencegah Ardian untuk bepergian ke luar negeri. Namun demikian, KPK belum mengumumkan secara utuh konstruksi perkara serta pihak-pihak yang jadi tersangka dalam kasus ini. (ads)



TAGS :

Komentar