KPK Tindak Lanjuti Laporan terhadap Dua Putra Presiden Jokowi

  • 10 Januari 2022 18:20 WITA
Dosen UNJ Ubedilah Badrun menyambangi KPK untuk melaporkan Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengakui bahwa bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK telah menerima laporan dugaan penyelewengan yang dilakukan perusahaan milik dua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka.

Ali mengatakan, pihaknya bakal menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan dua perusahaan putra Presiden Jokowi tersebut. Sesuai dengan aturan, KPK akan memverifikasi terlebih dulu laporan tersebut. Diketahui, laporan tersebut berasal dari Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun.

"Verifikasi untuk menghasilkan rekomendasi, apakah aduan tersebut layak untuk ditindaklanjuti dengan proses telaah atau diarsipkan," kata Ali Fikri melalui keterangan resminya, Senin (10/1/2022).

KPK mengapresiasi laporan tersebut. Lembaga Antikorupsi menilai laporan tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat aktif memantau kinerja pejabat negara di Indonesia. Namun demikian, KPK perlu mendalami laporannya terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.

Nantinya, laporan tersebut akan diteruskan ke proses penyelidikan jika lolos dalam proses verifikasi. "Proses verifikasi dan telaah penting sebagai pintu awal apakah pokok aduan tersebut, sesuai undang-undang yang berlaku, termasuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau tidak," ujar Ali.

Sebelumnya, Ubedilah Badrun melaporkan dua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Ubed menilai ada penyelewengan yang dilakukan oleh perusahaan yang dibangun kedua orang itu.

"Ada dua kan yang membuat perusahaan gabungan, antara Gibran, Kaesang, dan anaknya petinggi (perusahaan) SM ini inisialnya AP," kata Ubed di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 10 Januari 2022.

Ubed mengatakan laporan ini didasari adanya penerimaan dana penyertaan modal untuk perusahaan gabungan yang dibuat Gibran dan Kaesang. Ubed menyebut perusahaan itu mendapatkan dana mencapai miliaran rupiah. (ads)



TAGS :

Komentar