Togar Minta Polisi Serius Tangani Kasus Arisan yang Rugikan Kliennya

  • 15 Januari 2022 21:40 WITA
Togar Situmorang

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang diketuai I Ketut Kimiarsa menjatuhkan vonis 3 tahun dan 5 bulan serta subsider Rp500 juta kepada terdakwa yang terlibat dalam kasus arisan.

Advokat Togar Situmorang menyatakan apresiasi atas vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa.

Menurutnya, arisan sangat disukai kaum hawa dan merupakan kegiatan kumpul-kumpul, baik yang saling kenal atau tidak kenal. Biasa diorganisasi oleh bandar atau ketua arisan dengan modal mengambil dana dari para anggota yang ikut dalam kelompok atau group yang dikelola sang Bandar atau Ketua Kelompok. 

Banyak para kaum hawa tertarik karena ada bujuk rayu oleh sang Bandar atau Ketua Kelompok dengan skema keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan, namun kebanyakan arisan tersebut tidak berjalan sesuai bujuk rayu manis sang Bandar atau Ketua Kelompok sehingga muncul permasalahan hukum. 

"Akibat sang Bandar atau Ketua Kelompok tidak jujur dan tidak transparan dengan segala tipu daya, pada akhirnya menjadi permasalahan hukum itu biasa terjadi apabila dasar keuangan sang Bandar atau Ketua Kelompok tidak mampu untuk memberikan dana yang terkumpul kepada penerima arisan atau anggota penerima, sesuai dana yang dititip dan sudah terkumpul bahkan dipergunakan sang Bandar atau Ketua Kelompok untuk keperluan pribadi diri sendiri," tuturnya.

Advokat Togar Situmorang menjelaskan, modus yang dilakukan para Bandar atau Ketua Kelompok sangat beragam dan juga mereka mendapatkan informasi salah tentang pemahaman hukum, di mana jelas terkait masalah arisan bodong atau arisan macet, itu jelas masuk dalam ranah pidana dan terbukti sudah banyak yang masuk ke pengadilan, salah satunya yang tersebut di atas pada Pengadilan Negeri Denpasar.

"Namun diharapkan pihak kepolisian dapat diperberat dengan tambahan Pasal UU TPPU agar jelas dapat ditelusuri aliran dana yang dititip anggota dialirkan kemana saja, dan bisa mencontoh Hakim I Ketut Kimiarsa dengan vonis tiga tahun lima bulan bisa diikutin oleh hakim-hakim lain walau, memang rata vonis hukum para terdakwa selaku Bandar atau Ketua Arisan di atas 2 tahun penjara dan harus ditambah wajib mengembalikan uang para anggora arisan tersebut," paparnya.

Advokat Togar Situmorang juga mengaku ada membuat pengaduan atau laporan di Polda Bali terkait arisan  tersebut, di mana korban telah mengalami kerugian kisaran tiga ratus delapan puluh juta rupiah. 

Di mana pengaduan hukum terkait peristiwa hukum tersebut sudah telah teregistrasi hukum Nomor : 297/V/2021/SPKT/POLDA BALI di Unit 2 Subdit 3 Ditreskrimum dengan teradu inisial LS alias C, seorang wanita paruh baya pemilik Warung Makan (WTS).

Advokat Togar Situmorang selaku kuasa hukum melaporkan permasalahan hukum karena orang tersebut sebagai Bandar atau Ketua Kelompok tidak koperatif dan uang yang sudah terkumpul tidak pernah diserahkan kepada kliennya sebagai angggota yang telah merupakan hak untuk mendapatkan penarikan atas dana arisan tersebut.

"Sehingga harapan kami agar bisa segera ditindaklanjuti sampai ke persidangan, karena hal arisan seperti ini sudah banyak makan korban dan sang Bandar atau Ketua Kelompok telah menikmati dana terkumpul sampai ratusan juta rupiah dari para anggota baik yang berasal dari Pulau Bali atau di luar Bali," jelasnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar