Ingat Istrinya yang Dibunuh, Dek Ping Absen di Sidang Putusan

  • 16 Januari 2022 20:30 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Ada yang menarik dari persidangan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa I Made Maranda alias Dek Ping.

Dek Ping yang membunuh istrinya itu, usai dituntut pidana penjara selama 8 tahun tidak mau lagi hadir dalam persidangan. 

Hal ini dibenarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni yang dihubungi, Minggu (16/1/2022).

“Terdakwa terakhir datang dan ikut siding saat pembacaan tuntutan, setelah itu tidak mau datang lagi hingga akhirnya majeis hakim menjatuhkan putusan tanpa kehadiran terdakwa,” jelas Imam Ramdhoni. 
 

Dikatakan Ramdhoni, terdakwa tidak mau mengikuti siding dengan alasan setiap mengikuti sidang selalu teringat dengan almarhum isitrinta.

“Alasannya setiap sidang selalu ingat sama istrinya, makanya dia tidak mau datang lagi sampai sidang putusan,’ jelasnya.

Sementara dalam sidang putusan yang digelar tanpa kehadiran terdakwa (In Absentia) itu, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan I Wayan Yasa menjatuhkan vonis 7 tahun penjara terhadap terdakwa. 

“Terdakwa oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana KDRT yang menyebabkam istrnya, Ni Luh Putu Russiani meninggal dunia dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara,” ujar jaksa yang bertugas di Kejari Badung ini. 


Halaman :

TAGS :

Komentar