Tim Tabur Kejati Bali Tangkap Buronan Kasus Pengerusakan

  • 16 Januari 2022 23:40 WITA

Males Baca?


lMCWNEWS.COM, DENPASAR - Tim Tangkap Buron (Tabur) Kajaksaan Tinggi (Kejati) Bali kembali menunjukkan taringnya dengan menangkan buronan kasus pengerusakan, Sari Soraya Ruka, Minggu (16/2/2022) yang sebelumnya masuk dalam daftar percarian orang (DPO) sejak tahun 2019 lalu usai upaya hukum kasasi yang ditempuhnya gagal. 

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kajati Bali A. Luga Herlianto dalam rilisnya mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, tim Tabur mendapatkan informasi bahwa Sari Soraya Ruka, terpidana 4 bulan penjara ini berada di Bali. 

“Pada hari Minggu, 16 Januari 2022, sejak Pukul 14.00 Wita, Sari Soraya Ruka terpantau tim Tabur Kejati Bali berada di pusat perbelanjaan di kawasan Kuta dan bertemu dengan keluarganya,” jelas pejabat yang akrab disapa Luga, Minggu (16/1/20220 malam. 
 

Setelah kondisi dirasa aman dan memungkinkan untuk melakukan tindakan penangkapan, tim langsung merapat dan melakukan pengamanan terhadap terpidana Sari Soraya Ruka pada pukul pukul 18.10 Wita.  

“Pada saat diamankan, terpidana bersikap kooperatif  sampai ke Kantor Kejati Bali. Sekitar Pukul 19.00 Wita terpidaba diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar untuk dilakukan eksekusi,” terang pejabat asal Medan ini.  

Pada pukul 22.00 Wita, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar melaksanakan putusan pidana penjara 4 bulan terhadap Sari Soraya Ruka di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Denpasar setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan kesehatan dan uji swab Antigen dengan hasil negatif. 

Sementara itu, dari data yang ada, terpidana Sari Soraya Ruka ini ternyata sebelumnya juga pernah tersangkut kasus hukum, yaitu kasus manipulasi data kependudukan dan/atau elemen data penduduk dan divonis 9 bulan penjara denda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan. 

Tekait bahwa terpidana pernah terjerat kasus manipulasi data kependudukan dan/atau elemen data penduduk dan divonis 9 bulan penjara ini dibenarkan oleh Luga. “Iya benar, terpidana sebelum terjerat kasus perngeruskan ini juga kena kasus lain dan sudah divonis,” ungkap Luga. 


Halaman :

TAGS :

Komentar