KPK Geledah Kantor Bupati Penajam Paser Utara

  • 17 Januari 2022 22:45 WITA
Foto: Ilustrasi

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kegiatan penggeledahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, hari ini. Salah satu lokasi yang digeledah yakni, Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud (AGM).

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta pengurusan izin di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Penajam Paser Utara sendiri merupakan daerah yang bakal dijadikan Ibu Kota baru Indonesia.

"Hari ini, tim penyidik memulai upaya paksa penggeledahan di beberapa lokasi yang ada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur diantaranya di Kantor Bupati," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (17/1/2022).

Belum diketahui apa saja yang diamankan tim penyidik dari Kantor Bupati Abdul Gafur Mas'ud. Ali berjanji bakal menginformasikan kembali hasil penggeledahan di kantor Bupati Penajam Paser Utara.

"Saat ini, tim masih bekerja mencari dan mengumpulkan berbagai bukti untuk mendukung proses penyidikan. Perkembangan kegiatan ini nantinya akan kami informasikan kembali," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, KPK telah resmi menetapkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud (AGM) sebagai tersangka. Politikus Partai Demokrat tersebut ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa serta perizinan.

KPK juga menetapkan lima tersangka lainnya dalam perkara ini. Mereka yakni pihak swasta Ahmad Zuhdi alias Yudi sebagai pihak pemberi suap. Kemudian, Plt Sekda Penajam Paser Utara, Muliadi, dan Kepala Dinas PURT Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro.

Selanjutnya, Kepala Bidang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jusman; serta Bendahara Umum (Bendum) DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afidah Balqis. Tiga pejabat Pemkab PPU dan satu pejabat Partai Demokrat tersebut ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Abdul Gafur Mas'ud.


Halaman :

TAGS :

Komentar