KPK Sita Aset Miliaran Rupiah Diduga Hasil Pencucian Bupati Hulu Sungai Utara

  • 18 Januari 2022 18:15 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset yang diantaranya berupa tanah, bangunan, hingga kendaraan bermotor milik Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid (AW). Diduga, aset tersebut merupakan hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Abdul Wahid.

"Tim penyidik KPK, telah melakukan penyitaan berbagai aset dari tersangka AW terkait dugaan adanya penerimaan suap, gratifikasi dan TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan resminya, Selasa (18/1/2022).

KPK mengendus adanya dugaan transaksi keuangan janggal yang dilakukan oleh Abdul Wahid. Abdul Wahid diduga telah menyembunyikan hingga menyamarkan asal usul harta kekayaannya dengan mengatasnamakan pihak-pihak lain. 
 

Adapun, sejumlah aset yang telah dilakukan penyitaan oleh KPK yakni, tanah dan bangunan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara senilai Rp10 Miliar. Kemudian, uang tunai pecahan rupiah dan mata uang asing yang jumlahnya sekitar Rp4,2 miliar, serta kendaraan bermotor yang diduga milik Abdul.

"Seluruh barang bukti ini akan di konfirmasi kepada para saksi, baik saat proses penyidikan hingga proses pembuktian dipersidangan," kata Ali.

Ali mengatakan, KPK belum bisa merampas aset-aset tersebut untuk negara. Perampasan bisa dilakukan KPK setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum. 

"Sehingga menjadi salah satu capaian dan tambahan pemasukan bagi negara dari aset recovery tindak pidana korupsi maupun TPPU untuk dipergunakan bagi pembangunan," kata Ali.


Halaman :

TAGS :

Komentar