Heru Hidayat Divonis Nihil di Kasus Korupsi Asabri, Lolos dari Hukuman Mati

  • 19 Januari 2022 09:49 WITA
Heru Hidayat Jalani Sidang Putusan terkait Kasus Korupsi Dana PT Asabri di PN Jakarta Pusat

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan bahwa Heru Hidayat terbukti bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana PT Asabri yang menyebabkan kerugian keuangan negara. Heru juga dinyatakan terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kendati dinyatakan bersalah, hakim menolak tuntutan hukuman mati yang diajukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung). Hakim menyatakan tidak sepakat dengan pidana mati terhadap Heru Hidayat. Salah satunya, karena tuntutan hukuman mati tidak sesuai dengan dakwaan yang disusun tim jaksa.

Hakim memutuskan untuk menjatuhkan vonis nihil terhadap Heru Hidayat di kasus korupsi pengelolaan dana PT Asabri. Vonis nihil tersebut diputus karena Heru Hidayat telah mendapatkan hukuman maksimal di kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Di mana, Heru Hidayat telah divonis hukuman seumur hidup pada kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

"Mengadili, menyatakan, terdakwa Heru Hidayat turut serta melakukan tindak pidana korupsi dalam dakwaan kesatu primer dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana kedua primer. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana nihil," kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022), malam.

Dengan demikian, Heru Hidayat berhasil lolos dari maut alias hukuman mati yang dituntut oleh JPU. Heru divonis untuk menjalani pidana penjara seumur hidup. Di sisi lain, hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Heru Hidayat untuk membayar uang pengganti sebesar Rp12,6 triliun di kasus korupsi PT Asabri.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa untuk membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp12.643.400.946.226," beber Hakim IG Eko.

Vonis tersebut diketahui berbeda jauh dengan tuntutan yang diajukan jaksa. Di mana sebelumnya, tim jaksa menuntut agar Heru Hidayat dihukum pidana mati. Sebab, Heru Hidayat selaku Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera diyakini terbukti melakukan korupsi dana PT Asabri yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp22,788 triliun.

Dalam perkara ini, Heru Hidayat terbukti bersalah melakukan korupsi bersama-sama dengan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asabri, Adam Damiri dan Sonny Widjaja yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp22,788 triliun. Tak hanya itu, Heru Hidayat juga dinyatakan telah mencuci uang hasil korupsinya dengan membeli aset. (ads)



TAGS :

Komentar