Hakim Pengadilan Surabaya Itong Isnaeni Dijerat Sebagai Tersangka Suap

  • 21 Januari 2022 12:29 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (IIH) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itong dijerat sebagai tersangka bersama Panitera Pengganti Hamdan (HD) terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara yang sedang berproses di Pengadilan Negeri Surabaya.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu, 19 Januari 2022. Selain kedua pejabat pengadilan tersebut, KPK juga menetapkan Pengacara atau Kuasa PT Soyu Giri Primedika (SGP), Hendro Kasiono (HK) sebagai tersangka pemberi suap.

"KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan status tersangka sebagai berikut. Sebagai pemberi HK  Sebagai penerima, HD dan IIH," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022), malam.

Untuk diketahui, Itong merupakan hakim tunggal yang bakal menyidangkan salah satu perkara permohonan terkait pembubaran PT SGP. Adapun, yang menjadi pengacara dan mewakili PT SGP adalah Hendro Kasiono. Hendro dan PT SGP diduga kongkalikong jahat untuk memenangkan perkara tersebut.

PT SGP dan Hendro telah menyiapkan uang Rp1,3 miliar untuk memuluskan perkara tersebut mulai dari tingkat pengadilan hingga Mahkaham Agung (MA). Hendro menginginkan agar pengadilan memutus bahwa PT SGP dinyatakan bubar dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp50 miliar.

Sebagai langkah awal realisasi dari uang Rp1,3 miliar dimaksud, kata Nawawi, Hendro menemui Hamdan selaku Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Surabaya. Hendro meminta ke Hamdan agar hakim yang menangani perkaranya bisa memutus sesuai dengan keinginannya.

"Untuk memastikan bahwa proses persidangan perkaranya berjalan sesuai harapan, tersangka HK diduga berulang kali menjalin komunikasi diantaranya melalui sambungan telepon dengan tersangka HD dengan mengunakan istilah 'upeti' untuk menyamarkan maksud dari pemberian uang," bebernya.
Adapun, setiap hasil komunikasi Hendro disebut-sebut selalu dilaporkan oleh Hamdan kepada Itong. Itong diduga mengetahui seluruh isi pembicaraan antara Hamdan dengan Hendro. Termasuk, soal adanya imbalan uang jika berhasil memukuskan perkara pembubaran PT SGP.

"Tersangka HD lalu menyampaikan keinginan tersangka HK kepada tersangka IIH dan tersangka IIH menyatakan bersedia dengan adanya imbalan sejumlah uang," pungkasnya. (ads)



TAGS :

Komentar