Bupati Bintuni Salurkan Bantuan untuk UMKM

  • 21 Januari 2022 15:55 WITA
Bupati Teluk Bintuni Ir . Petrus Kasihiw, MT saat memberikan sambutan kepada penerima UMKM di GSG , Jumat (21/1/2022)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw memberikan bantuan modal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pembagian dilakukan secara simbolis di Gedung Serbaguna (GSG), Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (21/1/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Teluk Matret Kokop, Kepala Dinas Perindakop Teluk Bintuni beserta jajarannya, serta perwakilan Bank Mandiri dan Bank BRI.

Bupati Teluk Bintuni menyampaikan, pihaknya meminta kepada seluruh penerima bantuan agar uang bantuan digunakan dengan baik untuk usaha kios, bengkel, dan usaha lain.

"Bantuan tersebut tidak dapat digunakan untuk membayar sekolah atau membayar emas kawin. Kedepannya akan dilakukan pemeriksaan oleh dinas terkait penggunaan anggaran," kata Bupati.

"Sekali lagi, ini bantuan untuk bantuan modal usaha, saya pesan dipergunakan dengan baik, nanti uang bantuan modal usaha masuk di rekening masing-masing penerima bantuan," sambungnya.

Seusai menyampaikan sambutan Bupati menyerahkan bantuan secara simbolis oleh dalam bentuk buku tabungan berisi uang Rp4 juta.

Kepala Dinas Perindakop Teluk Bintuni Yulius Bandi mengatakan, syarat penerima bantuan modal usaha adalah bukti vaksinasi minimal vaksin pertama. Apabila belum melakukan vaksin maka anggaran tidak diperkenankan diambil. 

Penyampaian tersebut sempat menimbulkan reaksi dari sebagian masyarakat yang menolak syarat vaksinasi sehingga sempat terjadi keributan.

Namun tidak berlangsung lama, setelah Kepala Dinas Perindagkop mengambil kebijakan syarat vaksinasi tersebut ditiadakan.

Sementara Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindagkop Teluk Bintuni Martinus Asmorom menerangkan, bantuan modal usaha di tahun 2017 sebesar Rp5 miliar. Adapun jumlah pemohon/proposal yang masuk adalah sebanyak 482.

Kemudian bantuan modal usaha tahun 2018 sebesar Rp5 miliar dengan jumlah pemohon/proposal yang masuk sebanyak 1.061 proposal.

Bantuan modal usaha tahun 2019 masih Rp5 miliar dengan pemohon yang masuk sebanyak 898 proposal plus bantuan untuk 5 OAP masing-masing Rp100 juta. Selain kepada 5 OAP di atas, anggaran juga diberikan kepada 898 pemohon yang secara merata mendapatkan Rp 5juta untuk semua bentuk usaha.

Bantuan modal usaha tahun 2020 juga Rp5 miliar dengan jumlah pemohon/proposal 950 proposal. Menyesuaikan banyaknya jumlah pemohon, maka besaran bantuan diperkecil menjadi Rp4 juta plus bantuan yang khusus diberikan kepada mama OAP (untuk pasar online) sebesar Rp250 juta.

"Bantuan modal usaha dana Otsus Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp10 miliar dengan pemohon berjumlah 2.365 proposal. Adapun besaran anggaran disamaratakan menjadi Rp4 juta per orang," jelasnya. (hs)



TAGS :

Komentar