Tak Terima Kliennya Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, LBH Gerimis Lapor Polisi

  • 22 Januari 2022 22:05 WITA
Ketua LBH Gerimis Kabupaten Raja Ampat, Micka Dimara, dan Anggota LBH Gerimis Papua Barat Usai Pendampingan di Polres Raja Ampat

Males Baca?


MCWNEWS.COM, WAISAI - Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH Gerimis) Kabupaten Raja Ampat, Micka Dimara bersama rekannya Yance Dasnarebo mendampingi kliennya berinisial JS melapor ke Polres Raja Ampat terkait tuduhan dugaan pelecehan seksual.

Dalam pendampingan saat membuat laporan, LBH Gerimis menghadirkan beberapa saksi yang juga diduga menjadi korban untuk dimintai keterangan.

"Kami sebagai kuasa hukum menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja secara profesional, untuk mengungkap pelaku kasus pelecehan seksual ini," kata Micka Dimara, Sabtu (22/1/2022).

Ia menerangkan bahwa ada beberapa oknum yang sengaja menjustifikasi kliennya seakan-akan bersalah sehingga publik menyimpulkan bahwa kliennya telah melakukan pelecehan seksual, padahal sebenarnya tidak.

"Dalam keterangan BAP pun, klien kami tidak mengakui melakukan hal keji itu," tuturnya.

Micka juga meminta kepada kuasa hukum korban agar tidak serta merta mengeluarkan statemen di salah satu media onlie terkait kasus ini, karena harus mengedepankan asas pra duga tak bersalah.
 
Menurutnya, untuk menetapkan klienny sebagai tersangka, maka minimal harus mencukupi dua alat bukti, yaitu pertama saksi, dan saksi harus lebih dari satu dan alat bukti harus lebih dari satu.

"Sehingga kami atas nama kuasa hukum dari LBH Gerimis Kabupaten Raja Ampat, akan berupaya yang terbaik untuk pendampingan hukum terhadap klien kami," ujarnya.

Ketua LBH Gerimis Kabupaten Raja Ampat menambahkan bahwa pihaknya optimis dan yakin pasti ada pelaku yang akan terungkap dalam kasus ini, karena sesuai dengan pengakuan para korban yang diambil keterangan, jelas-jelas akan ada pelaku baru. 

"Nanti kita lihat saja. Dan kami sebagai kuasa hukum dari kline kami JS sudah melapor balik ke Polres Raja Ampat," bebernya.

Ditambahkan oleh Micka bahwa perlu diketahui ada masalah internal di panti asuhan tersebut. Oleh sebab itu pihaknya menganalisa anak yang dijadikan sebagai korban merupakan objek dari persoalan ini. 

"Klien kami ini merupakan pendiri dari yayasan tersebut, tetapi diambil alih oleh pihak pelapor," ucapnya. (isak)



TAGS :

Komentar