KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Tulungagung Soal Aliran Suap Pengusaha Proyek

  • 02 Maret 2022 13:55 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa lima saksi terkait kasus dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan di Pemda Kabupaten Tulungagung, pada Selasa kemarin. Satu dari lima saksi yang diperiksa itu yakni, Wakil Ketua DPRD Tulungagung asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Adib Makarim.

Sementara empat saksi lainnya yang juga turut diperiksa yakni, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Agus Budiarto; Swasta, Sony Sandra; mantan Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno; dan mantan Kabid Bina Marga Dinas PUPR  Tulungagung, Sukarji. Mereka diperiksa soal aliran uang dugaan suap dari pengusaha proyek di Tulungagung.

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain mengenai pelaksanaan beberapa paket proyek pekerjaan yang dimenangkan oleh pihak yang terkait dengan perkara ini, yang diduga dalam pemenangannya tersebut memberikan sejumlah uang kepada beberapa pejabat daerah tertentu di Pemkab Tulungagung," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (2/3/2022).

Diketahui, pemeriksaan terhadap Adib Makarim; Agus Budiarto; dan Sonny Sandra dilakukan oleh penyidik lembaga antirasuah di Kantor Kepolisian Resor Tulungagung. Sedangkan Sutrisno dan Sukarji, diperiksa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tulungagung.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengusut kembali kasus dugaan korupsi di daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pengusutan tersebut merupakan pengembangan dari perkara suap terkait proyek pekerjaan di Pemda Tulungagung, sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus yang sedang diusut penyidik berkaitan dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan pada Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018. Sudah ada tersangka dalam kasus tersebut.

KPK masih enggan membeberkan siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Pun demikian terkait konstruksi perkara korupsi di daerah Tulungagung ini. KPK baru akan membeberkan secara lengkap tersangka serta konstruksi perkara dalam kasus ini setelah adanya proses penangkapan dan penahanan. (ads)



TAGS :

Komentar