KPK Telusuri Aliran Uang dari Para Kontraktor Proyek Pembangunan Gereja di Papua

  • 07 Maret 2022 15:30 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang fokus menelusuri aliran uang korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, ke sejumlah pihak. Aliran uang itu diduga berasal para sub kontraktor yang mengerjakan proyek terdapat.

Aliran uang tersebut didalami penyidik lewat seorang saksi yang berasal dari pihak swasta, Arif Yahya, pada Jumat, 4 Maret 2022. Penyidik mengonfirmasi dan mendalami keterangan Arif Yahya soal aliran uang dari para sub kontraktor yang mengerjakan proyek di Papua. Salah satunya, proyek pembangunan Gereja Kingmi.

"Arif Yahya (swasta), yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang dari para sub kontraktor yang mengerjakan proyek di Kabupaten Mimika untuk pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (7/3/2022).

Tak hanya Arif Yahya, penyidik juga telah mengantongi keterangan dari saksi lainnya yakni, Bagian Accounting PT Kuala Persada Papua Nusantara, Adrian, pada Rabu, 2 Maret 2022. Adrian dikonfirmasi penyidik soal aliran keuangan PT Kuala Persada Papua Nusantara. PT Kuala Persada Papua Nusantara merupakan kontraktor yang menggarap proyek pembangunan Gereja Kingmi.

"Adrian (Bagian Accounting PT KUALA PERSADA PAPUA NUSANTARA), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan admistrasi hingga proses keuangan dari PT Kuala Persada Papua Nusantara sebagai salah satu subkontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32," beber Ali.

Sementara itu, terdapat empat saksi yang mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Empat saksi itu yakni, pihak swasta, Mardiansyah dan Aminuddin; Mantan Anggota DPRD Kota Malang periode 2009-2014, Budiyanto; serta Wiraswasta, Ariadi. KPK bakal menjadwal ulang pemeriksaan terhadap keempat saksi tersebut.

"KPK mengimbau untuk para saksi yang tidak hadir untuk kooperatif hadir  memenuhi panggilan berikutnya dari Tim Penyidik KPK," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK sudah lama mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.

Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini.

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Juru Bicara KPK, Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Kendati demikian, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali. (ads)



TAGS :

Komentar