Rakor SIION di Kuta, Kemenpora RI Gandeng Dua Kementerian Plus BSN

  • 30 Maret 2022 13:45 WITA
Suasana hari kedua Rakor SIION di Bedrock Hotel Kuta. (Foto: Yan Daulaka)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR -  Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggandeng 2 kementerian sekaligus dalam gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan dan Pengembangan Sistim Informasi Industri Olahraga Nasional (SIION) dengan para pelaku olahraga yang berlangsung di Bedrock Hotel Kuta, 29 Maret - 1 April 2022.

Ke-2 kementerian tersebut, antara lain, kementerian perindustrian dan kemenparekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif) ditambah sebuah lembaga pemerintah non kementerian, yakni Badan Standar Nasional (BSN). 

Dan pada kesempatan gelaran hari kedua, Rabu (30/4/2022), kementerian perindustrian melalui Eripson MH Sinaga selaku Fungsional Pembina Industri Ahli Madya dan Koordinator Fungsi Industri Aneka menjelaskan sekaligus mengapresiasi upaya Kemenpora dalam menyusun Sistem Informasi Industri Olahraga Nasional (SIION).

"Dengan database yang baik akan mempermudah pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berdampak baik terhadap masyarakat dalam hal ini pelaku industri olahraga" katanya.

Bahkan beliau juga mengatakan, jika dengan adanya sistem ini kita bisa mengetahui seberapa besar kekuatan potensi industri dalam negeri kalau dari sisi Kementerian Perindustrian. 

"Kalau dari Kemenpora tidak hanya alat olahraga tetapi juga ada jasa EO, tokoh-tokoh olahraga dan data atlet juga bisa masuk ke sini. Itu akan memudahkan untuk menyusun kebijakan dengan data yang akurat." ujarnya.

Pria asal Sumatera Utara ini juga menambahkan, jika selain menghimpun database yang baik, SIION ini juga menantang pelaku industri olahraga untuk menjaga mutu dan kualitas produknya agar memenuhi standar yang diperlukan pasar atau konsumen, sehingga dapat bersaing dengan berbagai gempuran produk impor.

Dikesempatan yang sama, selain menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian, Kemenpora juga menghadirkan pembicara Saiful dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) serta Hafiz Agung Rifai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (yd)



TAGS :

Komentar