Jalin Kerja Sama, Unud dan RS Provita Papua Teken MoU

  • 11 Mei 2022 06:16 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - 
Universitas Udayana menjalin kerja sama dengan RS Provita Papua. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Udayana dengan PT Duta Damai Papua selaku Pemilik RS Provita Papua, Kamis (28/4/2022).

Acara penandatanganan MoU di Ruang Pertemuan dr. AA Made Djelantik FK Unud Kampus Sudirman Denpasar ini dihadiri oleh Rektor Unud, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unud, Juru Bicara Rektor, Koordinator Kerjasama dan Humas beserta jajaran serta UPIKS FK Unud. 

Sementara dari pihak RS Provita yang hadir yakni Direktur dan Komisaris PT Duta Damai Papua selaku pemilik RS Provita, dan Direktur RS Provita beserta jajaran.

Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan sekilas mengenai profil Universitas Udayana dan juga salah satu fakultas yakni FK Unud yang akan menjalin kerjasama. 

Rektor juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki kenangan khusus dengan Papua. 

Di samping itu juga ada Bupati dan RS yang menjalin kerjasama dengan Unud salah satunya melalui FK, di mana alumninya sangat diminati atau residen untuk mengembangkan RS disana.

"Selaku Rektor, saya selalu terbuka untuk kerja sama terutama dalam pengabdian memberikan layanan bagi masyarakat dimanapun lokasinya," ucapnya, Rabu (11/5/2022).

Pihaknya akan sangat mendukung kerja sama ini salah satunya melalui pengiriman residen ke daerah-daerah. Pihaknya juga membuka peluang calon dokter spesialis di RS Provita Papua untuk menempuh pendidikan di Unud. Rektor berharap mudah-mudahan kerja sama ini dapat berkelanjutan.

Sementara Komisaris Utama PT Duta Damai Papua Gabriel Ngga, OFM (Pastor) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penerimaan dari pihak Unud. 

Sebagai penyelenggara PT Duta Damai dan RS Provita, pihaknya merasa bersyukur bisa membangun suatu kerjasama karena sudah dari awal menaruh perhatian di bidang kesehatan.

"Hal ini untuk membina kesehatan masyarakat Papua yang tersebar di pegunungan dan pesisir yang kesehatannya sangat memprihatinkan," jelasnya.

Pihaknya memberikan perhatian besar dimana kebutuhan dan tantangan sangat besar, mengingat pelayanan kesehatan tradisional tidak mungkin lagi dilakukan karena kesehatan dan penyakit semakin kompleks sehingga tuntutan akan layanan harus ditingkatkan. 

Oleh karena itu, pihaknya berusaha mendirikan beberapa rumah sakit karena kebutuhan masyarakat terutama terkait kesehatan diharapkan dapat ditangani rumah sakit. 

Pihaknya juga mengaku butuh tenaga kesehatan yang memadai sehingga menjalin kerja sama dengan Unud untuk melengkapi SDM Rumah Sakit terutama dokter spesialis. 

"Karena untuk perawatan ke luar Papua biayanya cukup tinggi, di mana biaya transportasi sangat tinggi. Sehingga diharapkan ada tenaga spesialis di RS Provita Papua," ujarnya sekaligus mengaku senang dengan dibuka peluang melalui kerja sama dengan Unud.

Dalam penandatangan MoU ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan Fakultas Kedokteran Unud dengan Direktur RS Provita Papua sebagai tindaklanjut MoU. Salah satu fokus kerja sama yakni dalam bidang SDM untuk peningkatan layanan di RS Provita Papua. (ag)

http://www.unud.ac.id/



TAGS :

Komentar