Pasca Penembakan, Situasi Bandara Ilaga kembali Kondusif

  • 13 Mei 2022 22:45 WITA
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal

Males Baca?


MCWNEWS.COM, TIMIKA - Situasi di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua sudah kembali kondusif pascateror penembakan di wilayah itu, Jumat (13/5/2022) pagi. Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal.

Kamal dalam keterangan tertulisnya menyebut, teror penembakan KKB di Bandara Ilaga terjadi sekitar pukul 08.30 WIT. Pada saat itu aparat keamanan sedang melakukan pengamanan proses pemberangkatan jenazah sopir truk yang menjadi korban kekejaman KKB di Kabupaten Puncak.

"Pascaterdengar tembakan, situasi di Bandara Ilaga aman dan kondusif, aktivitas penerbangan berjalan dengan normal,” ucap Kabid Humas Polda Papua.

Ia lantas menjelaskan, suara tembakan terdengar di saat pesawat yang membawa jenazah korban Nober Palintin sudah take off menuju Bandara Mozes Kilangin Timika, disusul dua pesawat lainnya yang juga hendak take off menuju Timika.

Setelah ketiga pesawat take off menuju Timika, terdapat satu pesawat kargo hendak landing (mendarat) di Bandara Ilaga. Namun, ketika pilot menerima informasi bahwa teror tembakan di area Bandara Ilaga, pilot memutuskan membatalkan pendaratan dan kembali ke Timika.

“Saat kejadian personel yang masih berada di bandara langsung mencari sumber tembakan tersebut, dan untuk pesawat kargo batal mendarat,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, 4 pesawat terpaksa harus kembali ke Bandara Mozes Kilangin Timika setelah sempat menempuh perjalanan menuju Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (13/5/2022).

Kepala Bandara Ilaga Herman Sujito mengatakan, ke empat pesawat itu tidak dapat mendarat di Bandara Aminggaru karena terdapat gangguan tembakan dari ujung landasan.

"Diduga tembakan itu akan menyasar pada pesawat yang akan mendarat. Pesawat sudah mau sampai Ilaga, karena terdengar suara tembakan, akhirnya kembali ke Timika lagi,” kata Herman saat dikonfirmasi seputarpapua.com via telepon selelur.

Empat pesawat yang gagal mendarat yakni 2 pesawat Asian One, 1 Pesawat Reven Global Airtranspor, dan 1 Pesawat Spirit Avia Sentosa (SAS).  
(sp)



TAGS :

Komentar