Demo Guru Kontrak di Bintuni Sempat Ganggu Aktivitas Mengajar

  • 19 Mei 2022 11:06 WITA
Kepala distrik Aranday, M. Rimosan saat diwawancarai MCWNEWS.COM, Kamis (19/5/2022) (Foto : MCWNEWS)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Pasca aksi mogok mengajar yang dilakukan oleh guru kontrak se Teluk Bintuni yang di Motori oleh PGRI Teluk Bintuni beberapa hari lalu, sempat membuat aktivitas belajar mengajar di Distrik Aranday tidak berjalan. 

Hal ini disampaikan Kepala Distrik Aranday M Rimosan saat dikonfirmasi awak media ini di Kampung Lama, Bintuni, Kamis (19/5/2022).

"Di Aranday SD Inpres sempat dipalang tapi Alhamdulillah kita sudah bicara dengan dewan guru akhirnya palang dibuka," ucapnya.

Karena Pemalangan itu siswa SD kelas 6 tertunda untuk ujian pagi. Tapi setelah dibuka palang, guru-guru siap untuk melaksanakan ujian jam 1 siang hingga selesai jam 5 sore, itupun dirinya minta petunjuk dari dinas pendidikan, Selasa (17/5/2022).

"Yang tidak ada masalah tetap melaksanakan ujian pada pagi hari, itu kesalahan teknis dinas terkait dengan dewan guru. Masalah upah mereka yang belum dibayar akhirnya sekolah dipalang oleh guru kontrak kalau guru pegawai negeri tidak," tuturnya.

Di Distrik Aranday ada 4 SD dan 1 SMP jumlah guru kontrak ada 10 orang, untuk penambahan upah untuk guru kontrak Rimosan mengakui pemerintah distrik tidak memberikan biaya ke guru kontrak.

"Pembayaran untuk guru kontrak kalau dari distrik tidak ada, itu langsung dari dinas," bebernya.

Saat ini lanjutnya aktivitas belajar mengajar sudah berjalan, namun dirinya berharap kepada dinas pendidikan agar tidak terjadi lagi pemogokan oleh guru, karena sebaiknya gaji atau upah guru kontrak itu di bayar tepat waktu. 

"Saya minta kepada bapak kepala dinas tolong hak-hak mereka itu dibayar tepat waktu bukan untuk Aranday saja. Kalau bisa upah guru kontrak se Teluk Bintuni," kata M Rimosan. 


Halaman :

TAGS :

Komentar