Kajari Bantah Tudingan Tak Bernyali Ungkap Kasus Korupsi ATK Pemkot Sorong

  • 21 Mei 2022 11:55 WITA
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong Erwin P.H. Saragih.

Males Baca?


MCWNEWS.COM, SORONG - Kasus dugaan korupsi pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan barang cetakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong tahun anggaran 2017 yang ditangani Kejari Sorong diduga jalan di tempat.

Padahal, dalam perkara yang telah merugikan negara kurang lebih Rp8 miliar tersebut telah ditangani oleh Kejari Sorong sudah hampir dua tahun.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Working Ideologi Kota Sorong Angki Dimara mengaku tak habis pikir dengan penegakan hukum di Sorong.

"GMNI Kota Sorong terus memantau perkembangan kasus ini, dan tidak terasa kasus korupsi ATK Kota Sorong sudah memasuki hampir dua tahun, tetapi sampai sekarang Kejari Sorong belum menetapkan tersangka," ucapnya, Sabtu (21/5/2022).

Kejari Sorong lanjutnya masih dengan berbagai macam alasan yang kurang jelas dalam mengungkap kasus ATK. Padahal masyarakat Kota Sorong sudah lama menunggu.

"Begitu seksinya kasus ATK ini, GMNI Kota Sorong ingatkan kepada Kejari Sorong untuk jangan coba-coba masuk angin, sehingga seolah-olah kasus ini disetting agar jalan di tempat," ujar Angki.

Pernyataan GMNI Working Ideologi Kota Sorong jika penanganan dugaan korupsi ATK BPKAD Kota Sorong jalan di tempat mendapat tanggapan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong Erwin P.H. Saragih.

Kepada MCWNEWS.COM, Kajari menepis pemberitaan yang dianggapnya sepihak karena tidak melakukan konfirmasi atas apa yang dikatakan Ketua GMNI Kota Sorong.

"Jadi apa yang disampaikan Ketua GMNI Kota Sorong mengenai Kejari Sorong tidak bernyali tangkap koruptor Rp8 miliar ATK Pemkot  Sorong tidak tepat," ucap Erwin, melalui pesan singkatnya, Sabtu, (21/5/2022).

Dirinya lantas menerangkan bahwa di dalam penanganan kasus Tipikor, semua harus memenuhi alat bukti. Termasuk pula dalam perkara ATK Kota Sorong, minimal telah memenuhi 2 alat bukti yang sah.


Halaman :

TAGS :

Komentar