Target 95 Persen, Kabupaten Teluk Bintuni Gelar Bian Secara Serentak

  • 25 Mei 2022 13:10 WITA
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Berliana Dolok Saribu.

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bian) dilakukan secara serentak di Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan dilakukan mulai hari ini, Rabu (25/5/2022).

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Berliana Dolok Saribu saat ditemui di lokasi pelaksanaan Bian, SD Muhammadiyah Bintuni mengatakan, imunisasi MR atau campak rubbela dilakukan di 27 distrik.

Di sana ada 24 puskesmas secara serentak mengerjakannya di Teluk Bintuni. Sedangkan di Distrik Bintuni dilakukan di 40 pos antara lain 19 posyandu, 9 SD, dan 12 TK/ PAUD.

"Ini harus selesai dalam 10 hari dari hari pertama pelaksanaan, 10 hari kemudian kita akan melakukan pelayanan di gedung, selanjutnya 10 hari berikutnya kita akan lakukan swiping untuk mencari sasaran yang belum imunisasi sama sekali," ucap Berliana.

Dikatakan oleh Berliana, dirinya  sebagai kepala surveilans imunisasi Dinkes Teluk Bintuni bertanggung jawab kepada semua upaya preventif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada anak-anak yang ada di Teluk Bintuni  untuk memberikan imunisasi campak rubbela.

Dijelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan resmi dari Kementerian Kesehatan di mana dilakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bian) berlangsung selama satu bulan dari Mei sampai dengan bulan Juni.

Sasarannya anak usia 9 bulan sampai dengan usia 12 tahun, yang terbagi dua kelompok di mana anak usia 9 bulan sampai usia 5 tahun dilakukan campak rubbela dan tetap memberikan imunisasi dasar lainnya yang belum lengkap.

Sedangkan anak usia 6 tahun sampai dengan 12 tahun hanya diberikan imunisasi campak rubbela. 

Hal ini dilakukan pemerintah pusat karena dua tahun pandemi ini membuat masyarakat terutama anak-anak Indonesia tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Sehingga banyak sekali kejadian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat seperti kasus campak, dikteri dan polio.

Sehingga pemerintah berpikir untuk mengerjakan Imunisasi campak probela di tahun ini dan harus mencapai 95 persen karena di tahun 2023 akan eliminasi penyakit campak probela. 


Halaman :

TAGS :

Komentar