Ketua Umum DAP Tegaskan PFM Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay yang Sah

  • 29 Mei 2022 22:55 WITA
Ketua Umum Dewan Adat Papua Mananwir beba Yan Pieter Yarangga saat menggelar jumpa Pers menolak Pelantikan Ilegal dan tidak sah mengatasnamakan Dewan Adat Papua

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, SORONG - Mananwir Yan Pieter Yarangga selaku Ketua Dewan Adat Papua di seluruh Tanah Papua di tujuh Wilayah adat Papua angkat bicara terkait adanya rencana pelantikan dan atau pengukuhan Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay.

Ia menegaskan jika Mananwir Paul Finsen Mayor (PFM) merupakan Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat yang sah.

"Perlu meluruskan dan menyatakan kepada seluruh masyarakat Adat Papua dan juga penduduk Provinsi Papua Barat serta Pemerintah Provinsi Papua Barat, berkaitan dengan rencana pelantikan dan atau pengukuhan yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa nanti sesungguhnya ilegal dan tidak sah dan tidak diakui," ujar Mananwir Yan Pieter Yarangga, melalui pesan singkatnya, Minggu, (29/5/2022).

Sehingga, dirinya meminta agar Pemerintah Papua Barat untuk tidak menghadiri acara semacam ini.

Menurutnya, kepemimpinan Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat yang sah dan diakui hanya Mananwir Paul Finsen Mayor, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat yang selama ini berjalan sudah sangat baik dan membanggakan. 

"Kerja keras beliau bisa dilihat hasilnya, berbeda dengan oknum-oknum anak adat yang mengangkat diri sendiri sebagai Ketua DAP Wilayah III Doberay itu sesungguhnya melanggar Statuta Dewan Adat Papua dan Pedoman Dasar Dewan Adat Papua," ujarnya.

Dirinya lantas mengingatkan kepada semua pihak untuk berhenti mengganggu internal kepengurusan Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat.

Sebab Mananwir Paul Finsen Mayor terpilih secara demokratis dan dalam Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat yang dilaksanakan pada 4-5 Juni 2018 di Gedung Sirambe, KM. 8 Kota Sorong.

Konferensi Besar Masyarakat Adat wilayah Doberay Papua Barat itu turut dihadiri oleh Yeni Wahid, anak sulung Gus Dur yang dulu sangat mencintai Orang Asli Papua dan merubah nama Irian Jaya menjadi Papua.


Halaman :

TAGS :

Komentar