TCI Fakultas Pariwisata Unud Gelar International Workshop Wellness Tourism

  • 05 Juni 2022 19:10 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JIMBARAN - Tourism Confucius Institute (TCI) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud), menggelar International Workshop Wellness tourism, Practicing Tai Chi  in Bali, Jumat (03/06).

Kegiatan yang digelar secara Hybrid ini, digelar di dua lokasi yaitu di Indonesia dan Tiongkok. Untuk di Indonesia, dipusatkan di Ruang Nusantara, Lantai 4 Gedung Agrokompleks Unud, dengan menghadirkan pembicara, Prof Yu Qianchun – Anhui Medical University, Prof.Zhang Zhongxing – Anhui Medical University, Teguh Heru Susantho, Sinar naga Wushu Taijhi KunGfu Club Bali, Sudiarta Indrayana, SE., S.Ag., dari perhimpunan Indonesia Tionghoa Bali.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. I Nyoman Sukma Arida, M.Si., pada kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan workshop ini, mengangkat tema tentang salah satu olahraga atau seni, yang  bernaung di bawah payung wellness tourism. Karena, seperti diketahui, di Bali, pasca pademi ini, dibutuhkan apresiasi wisata, selain juga untuk leisure, juga memenuhi tuntutan para wisatawan untuk memulihkan dirinya. Ini menurutnya, salah satu bentuk budaya dari China agar dikenal luas di Indonesia khususnya di Bali. Melalui olahraga ini, juga selain mensupport pariwisata, juga sebagai pertemuan budaya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap, karena Fakultas Pariwisata merupakan lembaga mengkaji juga isu pariwisata, di bagian dari wellness tourism.  Ke depan pihaknya harapkan ini bisa menjadi pionir, di bawah pengelolaan TCI Unud, untuk memperkenalkan bahwa ini bisa dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bali, sebagai salah satu hal yang dibutuhkan pasca pandemi.

“Kita lembaga Think Tank, harus terdepan melihat salah satu fenomena yang ada di masyarakat, dan bagaimana kita mengatasinya sebagai atraksi wisata,” harapnya.

Terkait kerjasama kedepan, pihaknya saat ini sedang merintis apa yang disebut Double Degree dan Joint Degree antara mahasiswa unud dengan mahasiswa di salah satu universitas di China, untuk belajar pertukaran mahasiswa. Sehingga dari mereka, diharapkan tidak hanya saling mengenal budaya satu sama lain, tapi juga saling belajar di kampus masing-masing.

“Tentunya kalau mahasiswa China datang ke Bali, juga akan kita perkenalkan untuk hidup di tengah-tengah masyarakat, sehingga kedepan silang budaya ini akan terjadi lebih intens lagi,” harapnya.

Semenyara itu, Direktur Indonesia Tourism Confucius Institute Universitas Udayana yaitu Dr. Drs. | Made Sendra, M.Si., menambahkan, kegiatan wellness tourism ini, dibingkai dengan culture Food Festival yaitu pembuatan kue bacang. Yang mana, kue bacang ini adalah salah satu ritual yang sangat penting dalam pelaksanaan Dragon Boat festival di negeri China, dan juga di Bali.

“Karena, seperti diketahui, di Bali juga memiliki banyak sekali desa-desa wisata, dimana komunitas Cina tinggal. seperti misalnya di desa Carangsari, di sana ada komunitas masyarakat tionghoa yang tinggal di Banjar Pemijian, ternyata mereka menggunakan sebuah pepatah, dimana kaki berpijak disana langit dijunjung,” jelasnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar