Pabrik Peleburan Tembaga Dipindah, Masyarakat Fakfak dan Bintuni Kecewa

  • 23 Juni 2022 18:02 WITA

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, BINTUNI - Direktur LBH Sisar Matiti Yohanes Akwan mengatakan, pernyataan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia membuat masyarakat di Provinsi Papua Barat khususnya masyarakat di Kabupaten Fakfak dan Teluk Bintuni menjadi resah. 

Menurut Yohanes, Menteri Bahlil Lahadia awalnya menjanjikan masyarakat Fakfak akan dibangunkan pabrik peleburan tembaga (smelter). Namun tanpa sosialisasi, pabrik ini kemudian dipindahkan ke Gresik. 

"Atas hal ini, Bahlil pun disomasi oleh Haris Azhar," terangnya melalui konferensi pers yang berlangsung di Kantor LBH Sisar Matiti, Jalan Raya Bintuni Lokasi Pasar Sentral, Bintuni Timur, Kamis (23/6/2022).

Yohanes menerangkan, ada 3 syarat utama yang harus dipenuhi jika kontrak Freeport hendak diperpanjang. Pertama, Freeport harus mendivestasikan 51 persen saham ke pemerintah. Kedua, Freeport harus membangun smelter dalam negeri untuk memurnikan seluruh hasil produksinya, dan ketiga adalah meningkatkan penerimaan untuk negara.

Atas syarat tersebut, freeport kemudian sepakat untuk membangun smelter sebagai bagian dari pemurnian hasil tembaga rencananya dibangun di Fakfak, Papua Barat. Ditambahkan, PT Freeport menyediakan bahan baku sebanyak 800.000 ton per tahun untuk proyek ini. 

Rencananya, pembangunan smelter tersebut akan dilakukan di Fakfak. Hal ini kemudian diumumkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadalia pada tanggal 13 April 2021, melalui laman websitenya.

Dan untuk melancarkan pembangunan ini, BPKM sudah menandatangani kesepakatan (MoU) dengan sudah menendatangani kesepakatan kerja sama degan China ENFI Engineering Corporation (MCC Grup China), untuk proyek peleburan tembaga yang akan mengolah 400.000 ton per tahunnya.

"Hal ini disambut gembira oleh pemerintah setempat, dan juga masyarakat yang antusias akan terbukanya lapangan kerja baru. Untuk diketahui, menurut Presiden Joko Widodo, dengan dibukanya pabrik peleburan tembaga ini bisa menyerap 40.000 tenaga kerja baru," tuturnya.

Selain penyerapan tenaga kerja, dengan adanya pembangunan smelter, limbah dari pabrik ini pun bisa diserap oleh pabrik lainnya seperti pupuk dan semen. Dan untuk mempersiapkan pengolahan limbah dari smelter tersebut, Bahlil sebagai Kepala BPKM telah mempersiapkan pabrik pupuk dan berencana membangun pabrik Puput PT Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Fakfak.


Halaman :

TAGS :

Komentar