Bangun Tata Niaga Pelabuhan Berintegritas, KPK Gelar Bimtek Antikorupsi dengan Pelindo

  • 03 Agustus 2022 20:34 WITA

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia Persero (Pelindo) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Antikorupsi di Kantor Pusat Pelindo, Jakarta, Rabu (3/8/2022). 

Melalui kegiatan ini, KPK ingin mendorong terbangunnya kepedulian dan perilaku antikorupsi pada ekosistem dunia usaha BUMN.

*Urgensi Bimtek Antikorupsi*
Dalam sambutannya, Nawawi mengajak seluruh jajaran Pelindo meningkatkan integritas dan tata kelola perusahaan yang baik. “Upaya perbaikan tata kelola pelabuhan harus dibarengi dengan peningkatan integritas seluruh instansi yang terlibat dalam pelayanan tersebut, agar sistem untuk meminimalisasi tingkat kerentanan korupsi dapat berjalan optimal, salah satunya melalui Bimtek Antikorupsi hari ini,” pesan Nawawi.

*Temuan Masalah*
Di hadapan direksi dan pegawai Pelindo, Nawawi juga menuturkan, biaya logistik pelabuhan di Indonesia masih relatif tinggi. Berdasarkan temuan tim Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (Stranas PK), hal itu dipicu oleh beberapa faktor diantaranya birokrasi dan layanan di pelabuhan laut yang belum terintegrasi dan tumpang tindih, terlalu banyak instansi pemerintah yang terlibat, dan buruknya koordinasi.

Di sisi lain, Nawawi mengingatkan bahwa sejak KPK berdiri hingga saat ini, sebanyak 1.425 orang telah diproses oleh KPK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 362 orang pelaku tindak pidana korupsi berasal dari pelaku dunia usaha. Oleh karenanya, Nawawi meminta segenap jajaran Direksi dan Pegawai Pelindo untuk berkomitmen dalam melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi.
*Perbaikan Tata Kelola Pelindo*
Pada pembukaan kegiatan bimtek ini, Wakil Direktur Utama Pelindo, Hambra, menjelaskan bahwa Pelindo selalu berkomitmen dalam upaya penegakan tata kelola perusahaan. Isu penegakan integritas, tata kelola, antikorupsi, dan anti-gratifikasi menjadi prioritas bagi perusahaan.

Paska proses penggabungan, Hambra bertutur, Pelindo merupakan operator pelabuhan terbesar di Indonesia. Oleh karenanya, Pelindo menyadari semakin besar perusahaan akan semakin banyak hal-hal yang perlu diperhatikan termasuk dalam pengimplementasian nilai-nilai antikorupsi.


Halaman :

TAGS :

Komentar