Satu Tahun BSIP, Endang Thohari: Hilirisasi Berdampak Besar Terhadap Kesejahteraan Petani

  • 22 September 2023 18:47 WITA
Agrostandar satu tahun BSIP Kementan di Lapangan BB Biogen Komplek BSIP Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, (21/9/2023). (Foto: Dok.Kementan)

Males Baca?

BOGOR - Anggota Komisi IV DPR RI, EndangSetyawatiThohariEndangSetyawatiThohari menyambut baik upaya Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan dalam memperkuat hilirisasi produk pertanian. Menurut dia, apa yang dilakukan kementan bisa berdampak besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan petani Indonesia.

"Saya menyambut positif kehadiran BSIP sebagai instrumen standarisasi produk hilirisasi. Kebetulan saya lama di litbang jadi saya sangat menghargai peran BSIP untuk menambah kesejahteraan petani kita. Jadi saya mensuport sekali penguatan hilirisasi ini," ujar Endang saat menghadiri Agrostandar satu tahun BSIP Kementan di Lapangan BB Biogen Komplek BSIP Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, (21/9/2023).

Selama ini, kata Endang, produk hilirisasi Indonesa belum tersentuh secara optimal mengingat banyaknya pengembangan yang dilakukan jajaran kementan. Namun setelah adanya BSIP produk yang memiliki potensi ekspor dapat dikembangkan secara cepat.

"Bagaimanapun juga hilirisasi kita harus kita kembangkan karena banyak sekali hasil-hasil penelitian kita yang sudah bagus dan belum dimanfaatkan secara optimal. Apalagi kita memiliki teknologi yang mumpuni," katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa kehadiran BSIP harus mampu menjaga produk pangan Indonesia jauh lebih aman serta memiliki kualitas tinggi dan siap memenuhi pasar ekspor.

"Oleh karena itu standarisasi menjadi penting sebagai pintu masuk kita untuk memperkuat ekspor. Jadi apa yang dilakukan BSIP merupakan tugas dan fungsi yang sangat penting untuk Indonesa ke depan," katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melepas ekspor mangga gedong gincu sebanyak 700 kilogram ke Arab Saudi. Disaat yang sama, Mentan juga melepas ekspor ayam KUB sebanyak 5000 DOC ke Timor Leste. Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak satu tahun berdirinya Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan sejak lahirnya Perpres 117 tahun 2021.

Menurut SYL, ekspor kali ini sangat membanggakan karena mangga yang dikirim merupakan hasil petani binaan BSIP Kementan yang sudah melewati proses standarisasi tinggi sehingga mampu menembus pasar luar negeri.

Apalagi, kata dia, mangga yang dikirim merupakan mangga berkualitas yang sudah terbebas dari lalat buah dan partikel penyakit lainya. Sementara untuk DOC KUB merupakan ayam kampung unggul yang dilepas kementan melalui SK Mentan No. 768.


Halaman :

TAGS :

Komentar