Kementrans Bakal Berangkatkan 2 Ribu KK untuk Program Transmigrasi
Jumat, 16 Mei 2025 20:24 WITA
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Maulidi. (Foto: Ran/MCW)
Males Baca?DENPASAR - Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bakal memberangkatkan dua ribu kepala keluarga (KK) untuk mengikuti program transmigrasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Maulidi saat menghadiri musyawarah wilayah (Muswil) DPW PAN Bali di Denpasar, Jumat (16/5/2025).
"Sekarang ini kita menunggu anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan. Kita akan memberangkatkan kira-kira sekitar 2 ribu Kepala Keluarga menunggu Pagu indikatif dari Kementerian Keuangan yang sebentar lagi akan dikeluarkan," ungkap Viva kepada awak media.
Viva mengatakan, Kementrans menerima banyak pengajuan dari masyarakat yang tertarik mengikuti program transmigrasi. Ia mencatat, terdapat tujuh ribu KK yang tertarik. "Tapi karena anggarannya terbatas kita hanya mampu memberangkatkan 130 kepala keluarga," tandas Wamen Viva.
Lebih lanjut, politikus PAN itu menyebut Kementrans telah melakukan koordinasi dengan beberapa pemerintah daerah yang akan menyiapkan lahan bagi transmigran.
"Yang sudah masuk dan sudah bertemu dengan Halmahera Selatan, Kabupaten Siak. Kalau di Halmahera Selatan itu kira-kira membutuhkan 500 kepala keluarga. Kalau di Siak membutuhkan 300 kepala keluarga dan beberapa kabupaten yang lain itu ternyata mereka antusias," tutur Viva lagi.
Ia mengklaim, program transmigrasi ini menyedot perhatian pemerintah daerah karena keberhasilannya menghasilkan desa definitif selama periode orde lama hingga orde baru yakni sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 114 kabupaten kota, dan 3 provinsi baru yaitu provinsi Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan provinsi Papua Selatan.
"Itu semuanya adalah produk dari program transmigrasi. Jadi bayangkan kalau sekarang ada pemerintah daerah yang menginginkan ada calon transmigrasi. Ini berarti akan membuka lahan baru untuk menciptakan tumbuhnya perekonomian dan aktivitas ekonomi di kabupaten," pungkas Viva Yoga.
Reporter: Ran
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
Direktur BNI Tak Hadiri Panggilan KPK terkait Kasus LPEI
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Direktur BNI terkait Dugaan Korupsi LPEI
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?

Komentar