KPK Periksa Saksi Selidiki Dugaan Lukas Beli Pesawat Jet Pribadi

Selasa, 28 Mei 2024 21:21 WITA

Card image

Gedung KPK (Foto: Satrio/MCW)

Males Baca?

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe (LE). Pencucian uang Lukas Enembe diselidiki lewat pemeriksaan saksi, salah satunya, Karyawan Swasta, Abdul Gopur.

Abdul Gopur didalami keterangannya oleh tim penyidik KPK ihwal pembelian pesawat jet pribadi oleh Lukas Enembe. KPK mencurigai Lukas membeli pesawat jet pribadi hasil pencucian uang dari tindak pidana korupsi. Abdul diduga mengetahui pembelian pesawat jet pribadi tersebut.

"Abdul Gopur (Karyawan Swasta), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain dugaan pembelian jet pribadi oleh tersangka LE," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (23/8/2023).

Diketahui, KPK telah menetapkan Lukas sebagai tersangka TPPU. Lukas ditetapkan sebagai tersangka TPPU setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup. Bukti tersebut didapat hasil pengembangan penyidikan kasus penerimaan suap dan gratifikasi terkait berbagai proyek di Papua.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pembangunan infrastruktur. Lukas ditetapkan sebagai tersangka suap bersama Bos PT Tabi Bangun Papua (PT TBP), Rijatono Lakka (RL).

Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Rijatono ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Lukas diduga menerima suap sebesar Rp1 miliar dari Rijatono. Suap itu diberikan karena perusahaan Rijatono dimenangkan dalam sejumlah proyek pembangunan di Papua.

Sedikitnya, ada tiga proyek di Papua bernilai miliaran rupiah yang dimenangkan perusahaan Rijatono Lakka untuk digarap. Ketiga proyek tersebut yakni, proyek multi years peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14, 8 Miliar.

Kemudian, proyek multi years rehab sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar. Selanjutnya, proyek multi years penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

Saat ini, kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi Lukas Enembe sedang dalam proses peradilan. Sementara itu, KPK masih melakukan penyidikan terkait dugaan TPPU Lukas Enembe.


Reporter: Satrio
Editor: Ady


Komentar

Berita Lainnya