Mantan Pejabat Bea Cukai Andhi Pramono Divonis 10 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar
Senin, 27 Mei 2024 05:35 WITA
Mantan Pejabat Bea Cukai Andhi Pramono Menjalani Sidang Putusan Kasus Penerimaan Gratifikasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024)
Males Baca?JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan bahwa mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menerima gratifikasi yang bertentangan dengan jabatannya.
Oleh karenanya, Hakim menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Hakim menyatakan bahwa Andhi Pramono terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp58,9 miliar saat masih menjabat di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
"Menyatakan terdakwa Andhi Pramono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan penuntut umum," kata Ketua Majelis Hakim, Djuyamto saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).
"Menjatuhkan pidana oleh karena itu Terhadap terdakwa Andhi Pramono dengan pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," sambungnya.
Dalam menjatuhkan putusan, Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal yang memberatkan yakni karena perbuatan Andhi tidak membantu program pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Kemudian, kata Hakim, perbuatan terdakwa Andhi juga telah mengurangi kepercayaan publik atau masyarakat terhadap institusi pajak. Terakhir, Andhi tidak mengakui perbuatannya.
"Sementara hal-hal yang meringankan yakni, terdakwa berlaku sopan di persidangan. Terdakwa belum pernah dihukum," imbuhnya.
Atas putusan itu, Andhi Pramono langsung menyatakan akan mengajukan upaya hukum banding. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir.
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
Direktur BNI Tak Hadiri Panggilan KPK terkait Kasus LPEI
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Direktur BNI terkait Dugaan Korupsi LPEI
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?

Komentar