Pembangunan Bendungan Jragung Ditarget Rampung November 2025
Kamis, 02 Januari 2025 09:35 WITA
Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Multifungsi Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/1/2025).
Males Baca?SEMARANG — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Multifungsi Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (1/1/2025). Saat ini, progres konstruksi bendungan telah mencapai 80,2% dengan target penyelesaian pada November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody menginstruksikan percepatan pengoperasian jaringan irigasi yang bersumber dari Bendungan Jragung. “Yang utama adalah mendukung Daerah Irigasi (DI) Jragung agar mampu menyuplai air untuk 3 kali musim tanam dan menambah luas tanam hingga 400 hektare,” ungkap Menteri Dody.
Ia menambahkan, pada 2025 Kementerian PU akan mempersiapkan daerah irigasi baru dari Bendungan Jragung. Diharapkan, proses penggenangan air (impounding) selesai pada awal 2026, sehingga Kementerian Pertanian dapat memulai pencetakan sawah di kawasan tersebut. “Bendungan ini adalah irigasi premium yang memungkinkan petani memanfaatkan air untuk tiga musim tanam setiap tahunnya,” jelasnya.
Bendungan Jragung memiliki kapasitas tampung sebesar 90 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 451 hektare. Bendungan ini akan mengaliri Daerah Irigasi Jragung seluas 4.528 hektare di Kabupaten Demak dan Grobogan. Selain itu, bendungan ini akan menjadi sumber air baku sebesar 1.000 liter per detik, dengan distribusi masing-masing 500 liter/detik untuk Kota Semarang, 250 liter/detik untuk Kabupaten Grobogan, dan 250 liter/detik untuk Kabupaten Demak.
Tak hanya untuk irigasi dan air baku, Bendungan Jragung juga berfungsi sebagai pengendali banjir seluas 880 hektare. Proyeksi lainnya adalah potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.
Pembangunan Bendungan Jragung dimulai pada 2021 setelah proses persiapan lahan, dengan total anggaran sebesar Rp3 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pekerjaan konstruksi terbagi dalam tiga paket:
Paket I Dikerjakan oleh PT Waskita Karya, Paket II Dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya-PT BRP (KSO), dan Paket III Ditangani oleh PT Brantas Abipraya-PT Pelita Nusa Perkasa (KSO).
Dalam kunjungannya, Menteri Dody Hanggodo didampingi oleh Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Adenan Rasyid, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Muhammad Adek RizaldI, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Fikri Abdurrachman, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Pantja Dharma Oetojo.
Bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan untuk sektor pertanian, pengelolaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi terbarukan di wilayah Jawa Tengah.
Editor: Ady
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
Direktur BNI Tak Hadiri Panggilan KPK terkait Kasus LPEI
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Direktur BNI terkait Dugaan Korupsi LPEI
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?

Komentar