Peroleh Rp101 Miliar, Kadis Pariwisata Provinsi Bali Sebut Pungutan Wisman Belum Maksimal
Jumat, 31 Mei 2024 23:53 WITA
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun. (Foto: Dewa/MCW).
Males Baca?DENPASAR - Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun menyebut perolehan pungutan wisatawan mancanegara (Wisman) hingga bulan Mei 2024 merup nominal Rp101 Miliar.
"Dana pungutan wisatawan asing hingga bulan Mei 2024 mencapai angka Rp101 Miliar," ujar Tjok Bagus kepada wartawan, Jumat (31/5/2024).
Lebih lanjut ia menyebut dana tersebut diperoleh dari 667.774 wisatawan yang masuk ke Bali per tanggal 14 Februari hingga 29 Mei 2024.
Baca juga:
Sekelompok Warga Lakukan Demo, Tuntut Sekda Kabupaten Keerom Non Aktif Trisiswanda Indra Dibebaskan
"Perolehan dana sebesar Rp101 Miliar tersebut diperoleh dari 667.774 wisatawan mancanegara yang melakukan lawatan ke Bali," sambungnya.
Akan tetapi ia menyebut, perolehan itu belum maksimal lantaran dari 667.774 wisatawan yang melakukan pembayaran pungutan masih sebagian kecil dari 2.202.903 wisatawan yang melakukan kunjungan ke Bali.
"Ada beberapa faktor yang mengakibatkan kurang maksimalnya pungutan wisatawan, salah satunya adalah penempatan booth yang masih akan dilakukan penyesuaian kembali agar lebih maksimal," pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya pemerintah Provinsi Bali melakukan penarikan pungutan wisata alias retribusi kepada wisatawan mancanegara (wisman) sebesar Rp 150 ribu mulai 14 Februari 2024. Pendapatan dari pungutan wisman akan dipergunakan guna mendukung program pelestarian budaya Bali.
Reporter: Dewa
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
Direktur BNI Tak Hadiri Panggilan KPK terkait Kasus LPEI
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Direktur BNI terkait Dugaan Korupsi LPEI
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?

Komentar