Komunitas Laksana Becik Ajari Siswa SD Negeri 18 Dangin Puri Denpasar Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin

Senin, 02 Oktober 2023 16:36 WITA

Card image

Antusias siswa bersama Guru SD Negeri 18 Dangin Puri Denpasar, saat mengikuti edukasi lingkungan dari komunitas Laksana Becik, (Foto: Dok.Yudi)

Males Baca?

DENPASAR - Komunitas Laksana Becik kembali menggelar edukasi lingkungan kepada kalangan siswa. Setelah menyasar sejumlah sekolah di Kabupaten Badung, kali ini komunitas yang berfokus pada pengelolaan limbah ini hadir di SD Negeri 18 Dangin Puri, Denpasar.

Dalam kegiatan yang digelar pada Senin (2/10/2023), komunitas Laksana Becik mengajak siswa untuk belajar mengolah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah menjadi barang bermanfaat, seperti lilin.

Pada kesempatan ini, siswa diajarkan cara mengumpulkan dan menyimpan minyak jelantah dengan benar. Minyak jelantah yang sudah terkumpul kemudian disaring dan diolah menjadi lilin.

Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah dengan baik. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.

Selain itu, edukasi ini juga bertujuan untuk mengajak siswa untuk berinovasi dalam memanfaatkan limbah. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin, siswa dapat menciptakan barang bermanfaat sekaligus mengurangi limbah.

Kepala Sekolah SD Negeri 18 Dangin Puri, I Komang Mertayasa, S.Pd., menyambut baik kegiatan edukasi ini. Ia berharap, siswa dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam kegiatan ini.

"Kami berharap, siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. Dengan belajar mengolah minyak jelantah, mereka dapat mengurangi limbah dan membantu menjaga lingkungan tetap bersih," kata Komang Mertayasa.

Sementara itu, salah seorang Guru Kelas di SD Negeri 18 Dangin Puri, I Komang Edi Semartama, juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas Laksana Becik atas program edukasi untuk anak-anak. 

Program ini, kata dia, juga sejalan dengan apa yang telah dilakukan di sekolah tersebut berkaitan dengan kepedulian lingkungan. 

{bbseparator}

Dari kolaborasi yang dilakukan bersama komunitas Laksana Becik, Komang Edi menyatakan perlu ditindaklanjuti dengan program edukasi yang berkelanjutan. Salah satunya dengan pengembangan kebun edukasi bagi siswa. 

Di kebun edukasi ini, nantinya akan ditanam sejumlah tanaman obat keluarga (Toga), dan tanaman lainnya yang bisa menjadi media pembelajaran siswa.  

Dengan adanya edukasi dari Laksana Becik, diharapkan para siswa semakin paham dan peduli terhadap lingkungan. "Terima kasih kepada Laksana Becik, yang sudah memberikan edukasi kepada anak-anak, tentang pengelolaan dan pemanfaatan limbah minyak jelantah. Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat sekali, bagi anak-anak khususnya, dan bagi lingkungan pada umumnya," kata Komang Edi.

Sementara itu perwakilan dari Komunitas Laksana Becik, Putu Resa Kertawedangga didampingi Yudi Karnaedi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengajak generasi muda untuk lebih peduli dengan lingkungan.

"Kami ingin mengajak generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin, mereka dapat menciptakan barang bermanfaat sekaligus mengurangi limbah," kata Resa.

Komunitas Laksana Becik berharap, kegiatan edukasi ini dapat menginspirasi siswa untuk terus belajar dan berinovasi dalam memanfaatkan limbah.

Melalui edukasi lingkungan yang menyasar siswa sekolah ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat agar selalu mengolah minyak jelantah dengan baik, dan tidak membuang sembarangan ke alam. Sesuai dengan tagline dari Laksana Becik yakni ‘Lingkungan Bersih, Untuk Masa Depan.’

 

Editor: Lan


Komentar

Berita Lainnya