Sekretaris Golkar Papua Barat Daya Ditahan di Rutan Sorong
Senin, 27 Mei 2024 11:36 WITA
Sekretaris DPD Golkar Papua Barat Daya, Selviana Wanma, saat memberi keterangan pers kepada awak media sebelum dibawa ke Rutan Kelas II B Sorong Papua Barat Daya, Kamis (14/9/2023). (Foto: Haiser/MCW)
Males Baca?SORONG – Setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam di Kantor Kejaksaan Negeri Sorong. Kamis (14/9/2023), akhirnya Sekretaris DPD Golkar Papua Barat Daya, Selviana Wanma, langsung ditahan di Rutan Kelas II B Sorong Papua Barat Daya.
Wanma ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan Perluasan Jaringan Tegangan Rendah dan Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010, dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1,3 miliar.
Meskipun Wanma mengklaim tidak pernah menerima surat panggilan dari kejaksaan sebelumnya, dia menyatakan bahwa dia sangat kooperatif dalam proses hukum ini.
Menurutnya, pembangunan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) di Raja Ampat adalah kontribusi penting bagi kampung halamannya dan masyarakat setempat.
”Saya dijemput oleh Kejaksaan Negeri Sorong, tapi saya tidak pernah merasa mendapatkan surat panggilan baik panggilan pertama, kedua, maupun yang disebut panggilan ketiga, tidak pernah,” terang Wanma kepada awak media di Kantor Kejari Sorong, Kamis (14/9/2023).
Wanma mengungkapkan bahwa meskipun dia ditahan, dia tetap merasa bangga karena lampu listrik yang dibangunnya dapat dinikmati oleh masyarakat Raja Ampat.
Wanma juga mengajak media untuk mengawal proses hukum yang sedang dia alami dan menegaskan bahwa dia tidak akan menghindar dari proses hukum ini sebagai seorang perempuan Papua dan warga negara Indonesia yang berusaha membangun tanah airnya.
” Hari ini dengan tangan saya terborgol, saya tidak merasa sedih apapun karena hingga hari ini lampu bisa dinikmati oleh masyarakat Raja Ampat,” ungkap Wanma.
Kepada awak media, dirinya menyampaikan, ”Satu hal yang saya minta kepada teman-teman media, mari kita sama-sama mengawal proses hukum yang sedang saya alami.”
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
Direktur BNI Tak Hadiri Panggilan KPK terkait Kasus LPEI
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi terkait Kasus Pemerasan
KPK Periksa Direktur BNI terkait Dugaan Korupsi LPEI
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?

Komentar